Home / Berita utama / ‘2000 Jiwa Penduduk Komodo Pasti Direlokasi’
‘2000 Jiwa Penduduk Komodo Pasti Direlokasi’

‘2000 Jiwa Penduduk Komodo Pasti Direlokasi’

Kupang, fajartimor.com – Lain Rekomendasi Tim KLH yang berujung dikeluarkannya pengumuman tidak ditutupnya pulau Komodo oleh Menteri Pariwisata, lain pula komitmen Pemerintah Provinsi yang serius menutup pulau Komodo. Terhitung Januari Pulau Komodo ditutup dan 2000 jiwa penduduknya siap direlokasi ke pulau Rinca.

Penegasan tersebut disampaikan langsung Karo Humas Provinsi NTT, Marius Jelamu kepada sejumlah awak media, Selasa (24/09/2019), bertempat di ruang kerja Biro setempat.

Relokasi 2000 jiwa penduduk pulau Komodo penting dilakukan pemerintah provinsi agar pada gilirannya tidak memberi beban sejarah kepada generasi penerus.

“Sekarang itu sudah ada 2.000 penduduk. Dan hampir dipastikan ada 2.000 jiwa yang kini mendiami pulau Komodo. Kita tidak bisa bayangkan 10 tahun lagi, 25 tahun lagi atau 50 tahun lagi, meledak penduduk itu dan ketika penduduknya sudah sangat banyak untuk merelokasinya susah,” terang Jelamu.

Relokasi dimaksud akan dilakukan secara bertahap. Dengan terlebih dahulu menutup pulau Komodo per-Januari. Kemudian penduduknya mulai direlokasi ke pulau Rinca.

“Apakah kita terlantarkan dia? Tidak!. Karena kita tentu bangun dulu perumahannya, bangun sarana air minumnya, sekolah sekolah, lalu kemudian perlahan – lahan kita pindahkan dengan pertimbangan strategisnya yakni pulau Rinca itu kita jadikan pusat souvenir. Itu artinya semua kegiatan souvenir, promosi souvenir berpusat di pulau Rinca. Sementara pulau Komodo tersteril dan tidak kemudian mudah dimasuki secara tidak bertanggungjawab,” tegas Jelamu.

Penjelasan pemerintah provinsi ini, sekaligus menjawab penjelasan Kementerian Pariwisata yang dinilai tidak sertakan pemerintah setempat saat melakukan uji petik di lapangan yang berujung dikeluarkannya rekomendasai Menteri Pariwisata.

“Rekomendasi Tim KLH ke Kementerian Pariwisata tidak didahului pembahasan intens dengan pemerintah provinsi sebagai pemilik wilayah yang paham betul kondisi Taman Nasional Komodo hari ini yang dapat dikatakan telah rusak oleh arogansi penduduk setempat. Sebagai pemilik wilayah, sikap pemerintah provinsi tegas. Taman Nasional Komodo akan ditutup untuk dilakukan konservasi kembali ke kondisi awal,” tandas Jelamu. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top