Home / Berita utama / ‘6 Paket senilai Rp 43,953 Miliar Lebih Diduga Kuat dikerjakan Oleh Perusahaan Titipan Mantan Pejabat Penting Lembata’
‘6 Paket senilai Rp 43,953 Miliar Lebih Diduga Kuat dikerjakan Oleh Perusahaan Titipan Mantan Pejabat Penting Lembata’

‘6 Paket senilai Rp 43,953 Miliar Lebih Diduga Kuat dikerjakan Oleh Perusahaan Titipan Mantan Pejabat Penting Lembata’

Lembata, fajartimor.com – Enam Paket Proyek dengan total nilai Rp 43,953,992,000 (empat puluh tiga miliar sembilan ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah) yang dikerjakan PT. Mega Duta Konstruksi dan PT. Pamduta Aneka Karya disinyalir sebagai perusahaan asal Jakarta yang kuat dugaan adalah Perusahaan titipan Mantan Pejabat Penting Lembata.

Mega Duta Konstruksi dan PT. Pamduta Aneka Karya adalah perusahaan asal Jakarta. Direktur masing masing perusahaan tersebut, tidak pernah ada secara fisik di Lembata. Namun uniknya baik penandatanganan kontrak kerja dan sukses pencairan dana sedikitpun tidak mengalami kendala, jelas sumber terpercaya fajartimor yang berhasil diminntai pendapatnya pada Rabu (23/11/2016).

“N. Sadli Ardyansa Direktur PT. Mega Duta Konstruksi dan Bambang Rahardjo Direktur PT. Pamduta Aneka Karya hampir dapat dipastikan tidak pernah ada di Lembata. Hal tersebut dapat dipantau pada ketidakhadiran mereka di lokasi proyek. Yang ada di lokasi proyek justru orang orang yang disebut sebagai Pelaksana kegiatan. Akan tetapi mirisnya realita pekerjaan, umumnya sangat memprihatinkan. Khusus pekerjaan timbunan atau urukan pilihan pada pekerjaan jalan, material yang dipakai adalah tanah. Sementara pekerjaan perluasan jaringan air bersih Wailain pekerjaannya baru sampai pada pengadaan ratusan batang pipa yang ditumpuk pada lokasi proyek. Kondisi yang hampir sama juga terjadi pada proyek Pembangunan Jaringan Air Minum dari Mata Air Wailuba. Kalau seperti ini model kerjanya, sampai kucing bertanduk, Lembata tidak akan pernah berubah dan malahan akan semakin terpuruk. ”, paparnya.

Mega Duta konstruksi dan PT. Pamduta Aneka Karya kata sumber tersebut, masing masingnya mengerjakan proyek dengan nilai anggaran yang bisa dikatakan berkisar pada angka rupiah yang cukup fantastis.

“Nilai pekerjaan dari kedua perusahaan tersebut jika ditotal menembus angka sebesar Rp 43,953,992,000 (empat puluh tiga miliar sembilan ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah. PT. Mega Duta Konstruksi diketahui mendapatkan empat (4) lokasi proyek (pekerjaan) jalan, sementara PT. Pamduta Aneka Karya mendapatkan dua (2) lokasi pekerjaan proyek air bersih”, terangnya.

Data yang berhasil didapatkan fajartimor terkait kegiatan pekerjaan kedua perusahaan tersebut adalah :

Peningkatan jalan Wairiang-Tobo Tani Lanjutan yang kemudian dirubah manjadi Peningkatan Jalan Wairiang- Tobo Tani dengan sumber dananya DAK Reguler SPP. Pagu dananya sebesar Rp 7. 500.000.000. Sementara Penawarannya sebesar Rp 6.442.908.000. nomor kontraknya : PU.620/03/SP/PPK.BM – 04/VI/2016. Tanggal mulai kerja 10 Juni 2016 dan berakhir pada tanggal 30 November 2016. Pelaksananya : PT. Mega Duta Konstruksi. (baca berita terkait : Uang Muka Proyek Bernilai Rp 100 M Di Lembata Untuk Biayai Politik).

Peningkatan jalan simpang Watomiten – Bukit Doa. Sumber dana DAK Reguler SPP. Pagu dananya Rp 4.750.000.000. Penawarannya:Rp 4.0 81.687.000. nomor kontraknya  PU/ST.13/BM-PPK/VI/2016. Mulai pekerjaan, tanggal 10 Juni 2016 dan berakhir pada 30 November 2016. Pelaksananya: PT.Mega Duta Konstruksi. (baca berita terkait: Bukit Doa Milik Yayasan Tapi Pemkab Lembata Bangun Jalan Rp 4,75 M).

Peningkatan Jalan Tapobaran – Lodoblolong – Atanila-Bean-Tobotani (kontruksi lapen). Pagu dananya Rp 20.282.805.000. Penawarannya: Rp,17. 407.363.000. Nomor Kontraknya: 05-SP/PPK-10-PN/DPU/VI/2016. Mulai tanggal 15 Juni 2016 dan masa kontrak berakhir pada 30 November 2016. Pelaksananya: PT. Mega Duta Konstruksi. (baca berita terkait : Uang Muka Proyek Bernilai Rp 100 M Di Lembata Untuk Biayai Politik).

Berikutnya lagi, Proyek Peningkatan Jalan Hingalamamengi – Kalikur – Wairiang yang dilaksanakan oleh PT Mega Duta Kontruksi, realisasi fisik baru sekitar 7 persen hingga akhir Oktober 2016. Proyek jalan sepanjang 4,75 km dibiayai dari DAK Regular SPP dengan nilai pagu sebesar Rp 7.125.000.000. Dan pekerjaan baru sampai pada pelapisan dan penimbunan agregat.

Hal unik, seperti disaksikan media ini, pekerjaan satu unit deker di Jl. Trans Lembata, tepatnya di Desa Kalikur WL, dikerjakan asal jadi. Terhadap fakta pekerjaan yang miris tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Lembata, Silvester Wungubelen, terlihat pura pura marah “Kalau kualiatas pekerjaannya seperti ini, saya tidak akan mentolerirnya,” ujar Silvester yang saat itu memantau pelaksanaan proyek bersama wartawan fajartimor.

Sementara untuk Perluasan jaringan air minum/air bersih dari bak reservoir Benihading ke Desa Umaleu dan bak reservoir Hoelea ke Desa Buriwutung. Pagu dananya Rp 5.000.000.000 dengan nilai kontrak Rp 4.473.313.000,- dibiayai dari APBD Lembata (DAK IPD). Proyek ini dikerjakan oleh PT Pamduta Aneka Karya dan diawasi oleh CV Ariles. Kontrak No. PU.690.3/10/AP.Wailain/CK-PKPAM/VIII/2016, tertanggal 4 Agustus 2016, dan berakhir pada 5 Desember 2016.

Pamduta Aneka Karya juga melaksanakan kegiatan pekerjaan proyek Pembangunan Jaringan Air Minum dari Mata Air Wailuba untuk melayani Desa Lerek, Atawolo, Atakore, Nubahaeraka, Boaraja dan Desa Lewogroma dengan nilai pagu Rp 5 milyar yang dibiayai dari APBD Lembata 2016 (DAK IPD). Nilai penawarannya Rp 4.423.721.000. Nomor Kontraknya: PU 692.1.2/03/SP/PPK/PK.PPA/8/2016. Waktu pelaksanaannya dimulai pada tanggal 4 Agustus 2016 dan berakhir pada 15 Desember 2016. (baca berita terkait : Uang Muka Proyek Bernilai Rp 100 M Di Lembata Untuk Biayai Politik).

N. Sadli Ardyansa, Direktur PT. Mega Duta Konstruksi dan Bambang rahardjo, Direktur PT. Pamduta Aneka Karya hingga berita ini diturunkan rupanya sulit didapatkan konfirmasi dan klarifikasinya (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top