Home / Daerah / Antisipasi Wabah DBD, Walikota Kupang Inisiasi Gerakan Kupang Bersih
Antisipasi Wabah DBD, Walikota Kupang Inisiasi Gerakan Kupang Bersih

Antisipasi Wabah DBD, Walikota Kupang Inisiasi Gerakan Kupang Bersih

Kupang, fajartimor. Com – Demi mengantisipasi wabah DBD, Walikota Kupang, Jefri Riwukore menginisiasi kegiatan bersih-bersih pada seluruh Dinas, Badan, Bagian, Kelurahan dan Unit Sekolah juga pihak Swasta.

“Pagi hari ini sesuai dengan arahan dari bapak Walikota Kupang kepada saya untuk melaksanakan gerakan kebersihan. Dimana kita mengerakkan semua komponen untuk semua sekolah, puskesmas, ASN dan seluruh kepala dinas, perangkat daerah juga instansi terkait untuk membuat gerakan melaksanakan kebersihan dalam rangka mengantisipasi masalah penyebaran DBD yang sudah cukup banyak di NTT, terkhusus di kota kupang”. Ungkap Ir. Elvianus wairata, M. Si Sekda Kota Kupang dalamJumpa Pers pada pukul 09.00 Wita bertempat di ruang Garuda Lt. 2 Kantor Walikota Kupang.

Menurutnya, Gerakan Kebersihan tersebut menjadi penting, mengingat wabah DBD yang sudah mewabah hingga Kota Kupang.
“Berkaitan dengan itu, kita mencoba membuat sebuah gerakan. Tenyata ketika saya turun ke lapangan progresnya cukup baik. Dimana anak anak sekolah berpadu dengan beberapa lembaga untuk terus melakukan gerakan kebersihan,mengumpul sampah dan sebagainya. Setelah itu juga ada sosialisasi bagaimana mencuci tangan dengan baik, sampai dengan penyuluhan mengenai antisipasi penyakit DBD. Jadi gerakan ini bukan saja untuk membersihkan lingkungam namun sekaligus ada unsur perlindungan yang ada di wilayah ini, sehingga unsur kolaborasi yang ada menjadi sebuah gerakan yang cukup baik tentunya,” terang Elvianus

Dikatakan pula, pada masing masing puskesmas ada kerja sama dengan masyarakat dalam pembersihan lingkungan.
“Dari pantauan saya itu semua berjalan dengan baik. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi budaya masyarakat untuk hidup bersih,” ucap Elvianus.

Lebih jauh dijelaskan, inisiasi gerakan tersrbut sekaligus menjadi instruksi dari Walikota Kupang kepada camat dan lurah untuk melakukan aktifitas kebersihan.
“Untuk rumah-rumah atau lahan lahan yang besar, Kami sudah menulis surat untuk dilakukan pembersihan. Karena sering masyarakat membuang sampah bukan pada TPS melainkan pada lahan lahan masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Sehingga ini merupakan bagian daripada hidupnya nyamuk yang menjadi gejalah DBD”.tandas Elvianus

Proses foging masal untuk seluruh daerah yang dianggap endemik akan menjadi fokus perhatian.
“Ini merupakan gerakan untuk mengantisipasi DBD. Karena kita juga mendengar NTT sudah cukup banyak penyebaran DBD. Kota kupang sendiri sudah ada korban yang meninggal, sehingga ini bagian daripada gerakan semua orang. Jadi untuk kedepannya, dalam mengantisipasi masalah DBD yang sudah ada di NTT khusus di kota kupang.Bapak Walikota sendiri memantau dan memberikan perintah kepada para camat dan lurah untuk bekerja sama dalam pembersihan lingkungan itu sendiri. Sementara Saya sendiri memantau dengan aktifitas grup bersama lurah. Kelurahan mana yang tidak beraktifitas, puskesmas mana yang tidak beraktifitas, sekolah mana yang tidak beraktifitas. Saya akan membuat informasi supaya menjadi bahan masukan untuk kita bisa lebih baik,” beber Elvianus (ft/virginia)

About Bony Lerek

Scroll To Top