Home / Berita utama / Aura Pemimpin NTT, Setelah Gubernur Lebu Raya, Tergambar Jelas pada Figur Blasin Kristoforus!
Aura Pemimpin NTT, Setelah Gubernur Lebu Raya, Tergambar Jelas pada Figur Blasin Kristoforus!

Aura Pemimpin NTT, Setelah Gubernur Lebu Raya, Tergambar Jelas pada Figur Blasin Kristoforus!

Kupang, fajartimor.com-Nusa Tenggara Timur setelah kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya, membutuhkan sentuhan tangan pemimpin baru yang beraura merakyat. Dan hal itu tergambar jelas pada Figur Drs. Blasin Kristoforus.

Sosok pemimpin baru yang betul diinginkan rakyat, tentunya akan terseleksi secara alamiah. Namun ada satu hal yang semestinya tidak boleh disepelehkan, yaitu gambaran wajah sang calon pemimpin itu. Baru sebentar bertemu dan sedikit mendengar pandangan seorang Blasin Kristoforus, soal NTT akan seperti apa kedepan (dengan sejumlah argumentasi konkrit yang juga mudah dicerna), saya lalu sedikit bersimpul bahwa aura pemimpin NTT setelah Gubernur Lebu Raya itu ada dalam diri seorang Blasin Kristoforus, terang Maria Magdalena Bifel, S.Sos. MM, kepada fajartimor bertempat di Neo Hotel by Aston Kupang, Senin (28/3)

Menurut Maria putri TTU asal Miomafo Tengah tersebut, aura pemimpin yang terlihat jelas di wajah Blasin Kristoforus, adalah modal besar yang tidak semua calon pemimpin miliki.

“Baru sebentar bertemu dan berkomunikasi, saya justru merasakan aura kepemimpinan itu jelas terlihat dari gambaran wajah beliau. Kehadiran figur istri beliau yang sederhana dan mudah menyapa itu pun seakan menjadi sesuatu yang luar biasa. Dan kalau boleh saya jujur, tipologi pemimpin seperti figur Blasin Kristoforus yang didukung penuh istrinya akan menjadi perpaduan yang bisa dibilang oke banget”, jelas Maria.

Keinginan mendengar yang ditunjukan Blasin Kristoforus kata Maria, adalah ciri pemimpin yang nantinya akan begitu mengakar dengan rakyat.

“Beliau orangnya sederhana loh. Selain itu, beliau juga orang yang mau mendengar. Saya justru terus bertanya, koq bisa ya, masih ada pemimpin yang mau mendengar apa pendapat orang yang baru sebentar bertemu. Tapi hemat saya, seorang pemimpin yang baik, saat diperhadapkan pada sebuah situasi di simpang jalan, dia harus bisa mengambil sikap diam dan mendengar. Rakyat pun butuh pemimpin yang nantinya siap mendengar apa sih persoalan hidup mereka. Dan saya kira hal itu ada pada seorang Blasin Kristoforus”, tandas Maria.

Soal kecerdasan berpikir dan bertindak lanjut Maria, adalah prototype yang betul terlihat dan tergambar jelas dalam diri figur Blasin Kristoforus.

“Saya tidak dalam semangat memuji beliau. Namun jujur saya harus katakan jika pak Kristo itu ciri pemimpin yang cerdas secara intelektual, cerdas memenage emosi juga cerdas secara religi. Dari pertemuan singkat itu saya rupanya mendapatkan secuil pengalaman yang berarti. Bila kemudian saya pun disuru memilih, maka akan lebih tepat kalau pilihan itu dialamatkan pada figur Blasin Kristoforus”, tegas Maria.

Tentunya dukungan untuk Drs. Blasin Kristoforus ucap Maria, menjadi sebuah pekerjaan besar yang seharusnya didorong secara terus menerus.

“Pendapat minor, bukanlah hambatan, tapi justru menjadi cambuk. Layaknya bola yang ditekan dalam air, figur Blasin Kristoforus, rupanya mampu keluar dari tekanan dan saat ini mendapat animo besar rakyat NTT. Sebagai anak daerah yang kini berkarya di DKI Jakarta, saya justru tertarik untuk memberikan dukungan kepada pak Kristo. Tentunya melalui doa dan dorongan dukungan dari keluarga besar. Harapannya, paling tidak ditangan beliau stigma miskin tidak lagi terus dipikul Rakyat Nusa Tenggara Timur. Kan malu kita kalau dibilang miskin. Intinya yang mau saya sampaikan adalah bahwa aura pemimpin NTT setelah Gubernur Lebu Raya, tergambar jelas dalam diri seorang Blasin Kristoforus. Begitu!”, pungkas Maria. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top