Home / Berita utama / Ayo Berubah, Tanam Air, Tanam Pohon
Ayo Berubah, Tanam Air, Tanam Pohon

Ayo Berubah, Tanam Air, Tanam Pohon

Kupang, fajartimor.com- Sosialisasi pengurangan dan pengelolaan sampah bahan berbahaya beracun bagi warga dan perusahaan kota Kupang, diikuti tekanan ayo berubah, tanam air, tanam pohon.
Penegasan tersebut disampaikan Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Yeri S. Padji Kana, S.Sos.MM pada hari ke dua, Kamis (13/12/2019), di hadapan warga, pengusaha dan lurah sekecamatan Kelapa Lima.
Menurutnya, kesulitan air yang kini dirasakan warga, belum lagi pemanasan global yang terus berpengaruh hingga Kupang kini berada pada suhu panas mendekati 40 derajat harus disikapi dengan gerakan- gerakan positif seturut program unggulan Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore.
“Pak Wali rupanya sudah membaca tanda-tanda zaman. Dan karena itu, hari ini kita sedang menjalankan semangat program Kupang Hijau beliau yang jauh-jauh hari telah dirancangnya,” aku Kana.
Peran serta warga katanya, membutuhkan gerakan-gerakan inisiatif. Oleh karenanya, sosialisasi dinas menjadi langkah awal yang tentunya akan diikuti dengan tindakan lapangan.
“Saya menghibau warga agar mengindahkan program brilian pak Wali untuk menanam pohon, menanam air. Caranya, ya mulai sekarang tanam pohon. Buat resapan air di setiap rumah warga. Dan jangan lupa jaga kebersihan lingkungan. Caranya sampah rumah dan perusahaan di buang ke tempat pembuangan sementara agar pada gilirannya diangkut petugas untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir,” terang Kana.
Sementara, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos. M.Si, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada kesempatan yang sama menjelaskan kebersihan lingkungan dari pengaruh sampah bahan berbahaya beracun akan menjadi perhatian serius dinas.
“Amdal (analisa dampak lingkungan hidup) hari-hari ini menjadi persoalan serius warga kota. Sesuai arahan kepala dinas, kita tentu akan sikapi secara serius. Laporan warga akan adanya usaha yang tidak sesuai ijin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup disikapi dan diikuti dengan tindakan sanksi. Tentu seturut tahapan prosedural yang berlaku,” tandas Da Costa.
Sementara, Plt. Sekretaris dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, RIKI R. TAMAELA, mengatakan, peran aktif warga mensikapi persoalan sampah adalah wujud dari kerja sama yang baik.
“Untuk mengatasi dan mengurangi persoalan sampah, pemerintah tentu mengharapkan peran aktif warga. Oleh itu mulai-lah hidup bersih. Karena kebersihan itu pangkal dari kesehatan dan keindahan,” saran Tamaela.
Ia juga ikut menekankan akan pentingnya warga merespon program Walikota, ayo berubah, Tanam Air dan Tanam Pohon, demi masa depan anak cucu.
Seperti disaksikan media ini, kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dari jam 09 wita hingga jam 1.00 wita.
Warga dan pengusaha kecamatan Kelapa Lima rupanya aktif dalam panel diskusi yang dibuka dinas Lungkungan hidup dan Kebersihan Kota Kupang. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top