Home / Berita utama / Brosur PT. Life Solution, Petaka Buat Seorang Fransiska Nanga!
Brosur PT. Life Solution, Petaka Buat Seorang Fransiska Nanga!

Brosur PT. Life Solution, Petaka Buat Seorang Fransiska Nanga!

Atambua, fajartimor.com-Res Clamat Ad Dominum (semua benda berteriak kepada Tuannya), rupanya tidak berlaku dalam kasus penipuan PT. Life Solution kepada sejumlah nasabahnya.

Brosur milik PT. Life solution yang dipercayakan kepada salah seorang korbannya Fransiska Nanga, umur 49 tahun, berjenis kelamin perempuan, beralamat di Oebufu, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, berujung sanksi hukum pidana dan perdata yang dijatuhkan Pengadilan Negeri kelas I B Atambua.

Bukti Brosur PT. Life solution yang memuat program kepemilikan kendaraan. (foto/dok.Boni Lerek)

Bukti Brosur PT. Life solution yang memuat program kepemilikan kendaraan. (foto/dok.Boni Lerek)

Dari Laporan seorang Drs. Marianus Antoni, umur 53 tahun, jenis kelamin laki laki beralamat di Fatubanao, Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, atas Brosur PT. Life Solution yang didapatnya dari Fransiska Nanga justru ditelan mentah mentah aparat hukum di wilayah hukum kabupaten Belu.

Bukti transaksi pengiriman uang yang dilakukan secara sadar oleh Drs. Marianus Antoni ke rekening PT. Life Solution, juga bukti kwitansi asli yang didapat langsung Drs. Marianus Antoni dari Yacoba. R. Lobo (bendahara PT. Life Solution yang saat itu berkantor di salah satu Rumah Toko di bilangan Ruko Oebobo Kota Kupang), termasuk Bonus Ipad dan air mineral 02 plus rupanya dikesampingkan secara sadar dan benar oleh hakim yang memutuskan perkara tersebut.

Laporan polisi seorang Fransiska Nanga atas penipuan Drs. Thomas Beling Bahy (direktur) dan Susan Sapulete (sekretaris) PT. Life Solution atas dirinya dan suami di Polda NTT bernomor : STTL/B/125/V/2015/SPKT, tanggal 25 Mei 2015, yang dihadirkan sebagai alat bukti rupanya tidak masuk dalam pertimbangan hakim pengadil.

Res Clamat Ad Dominum (benda berteriak kepada Tuannya), seolah tidak berlaku dalam kasus Fransiska Nanga yang diadili Pengadilan Negeri Kelas I B Atambua. Yang diadili justru dua orang korban penipuan PT. Life Solution. Mirisnya dasar yang dipakai hakim pengadil adalah alat bukti Brosur PT. Life Solution dan sejumlah cerita usang (mempengaruhi, mengajak dls).

Pendapat, hakim dalam setiap hukum beracara baik pidana maupun perdata yang katanya sangat tahu hukum, justru berlaku terbalik. “Karena hakim dalam perkara perdata dan pidana yang memperkarakan Brosur PT. Life Solution dinilai tidak cakap dan keliru. Dalilnya Fransiska Nanga juga salah satu korban penipuan PT. Life Solution”.

Thomas Baling Bahy, Direktur PT. Life Solution, kini masuk daftar pencarian orang/DPO Polda NTT (foto/dok.Boni Lerek

Thomas Baling Bahy, Direktur PT. Life Solution, kini masuk daftar pencarian orang/DPO Polda NTT (foto/dok.Boni Lerek

Untuk diketahui Kejahatan penipuan diatur dalam buku ke II bab ke XXV KUHP dari pasal 378 samapai dengan pasal 395. Dalam bab ke XXV di pergunakan perkataan ³penipuan´, karena sesungguhnya didalam bab tersebut diatur sejumlah perbuatan-perbuatan yang ditujukan terhadap harta benda, dimana oleh si pelaku telah dipergunakan perbutan-perbuatan yang bersifat menipu atau dipergunakan tipu muslihat. Kejahatan penipuan di dalam bentuknya yang pokok diatur dalam pasal 378 KUHP yang berbunyi : “barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hak, mempergunakan nama palsu atau sifat palsu atau pun mempergunakan tipu muslihat atau susunan kata-kata bohong, menggerakan orang lain untuk menyerahkan suatu benda atau mengadakan suatu perjanjian hutang atau meniadakan suatu piutang, karena setelah melakukan penipuan, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. Dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan merumuskan, yakni barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya member hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Salah satu Rumusan penipuan yang memenuhi unsur objektinya adalah : Perbuatan menggerakkan ( Bewegen). Kata bewegen dapat juga diartikan dengan istilah membujuk atau menggerakkan hati. Dalam KUHP sendiri tidak memberikan keterangan apapun tentang istilah bewegen. Sementara Menggerakkan dapat didefinisikan sebagai perbuatan mempengaruhi atau menanamkan pengaruh pada orang lain, karena objek yang dipengaruhi yakni kehendak seseorang.

Susana Sapulete, Sekretaris PT. Life Solution juga masuk daftar pencarian orang/DPO Polda NTT (foto/dok.Boni Lerek)

Susana Sapulete, Sekretaris PT. Life Solution juga masuk daftar pencarian orang/DPO Polda NTT (foto/dok.Boni Lerek)

Perbuatan menggerakkan juga merupakan perbuatan yang abstrak, dan akan terlihat bentuknya secara konkrit bila dihubungkan dengan cara melakukannya, dan cara melakukannya inilah sesungguhnya yang lebih berbentuk, yang bisa dilakukan dengan perbuatan-perbuatan yang benar dan dengan perbuatan yang tidak benar. Karena di dalam sebuah penipuan, menggerakkan diartikan dengan cara-cara yang di dalamnya mengandung ketidakbenaran, palsu dan bersifat membohongi atau menipu.

“Bahwa benar PT. Life Solution kala itu beralamat di Kupang persisnya di bilangan Rumah Toko (Ruko) Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang NTT. Bahwa benar PT. Life Solution menawarkan produk Kesehatan dan Kepemilikan mobil. Bahwa benar, Brosur Kesehatan dan kepemilikian mobil dikeluarkan oleh PT. Life Solution. Bahwa benar Penggugat Drs. Marianus Antoni dan Tergugat Fransiska Nanga adalah Nasabah sekaligus Korban Penipuan PT. Life Solution. Dan bahwa benar juga Penggugat Drs. Marianus Antoni telah melakukan transaksi berupa pengiriman uang sebesar Rp 110.000.000. (Seratus Sepuluh Juta rupiah) ke Rekening PT. Life Solution. Hal itu dibuktikan dengan Kwitansi Asli yang diambil bersangkutan (Drs. Marianus Antoni) dihadapan Yacoba R.Lobo (Bendahara PT. Life Solutio) dengan sejumlah bonus (1 buah Ipad dan Air Mineral 02 plus). Logika hukumnya yang harus digelandang ke kursi pesakitan di fakta persidangan semestinya Direktur Thomas Beling Bahy dan Sekretarisnya Susana Sapulete. Namun lucunya justru korban Penipuan PT. Life Solution atas nama Frnsiska Nanga-lah yang didudukan pada kursi pesakitan di fakta persidangan Pengadilan Negeri Kelas I B Atambua. Logika minornya seolah olah, Fransiska Nanga adalah Direktur, Sekretaris dan Bendahara PT. Life Solution yang telah melakukan upaya penipuan kepada Drs. Marianus Antoni berkedok Program Kepemilikan Mobil. Uniknya lagi pada fakta persidangan Fransiska Nanga malah betubi tubi dituduh keras telah melakukan kegiatan transaksi dengan Penggugat Drs. Marianus Antoni. Namun bukti transaksinya justru jelas dilakukan oleh Drs. Marianus Antoni dengan pihak PT. Life Solution. Pertanyaan pancingannya, apakah hakim pengadil Pengadilan Negeri Kelas I B Atambua dalam menjalankan hukum beracara kasus Fransiska Nanga versus Drs. Marianus Antoni, sangat cakap secara relatif atau tidak cakap secara relatif?. Jika jawabannya major ataupun minor, maka kesimpulan relatifirnya adalah apakah memang sebeginikah wajah interpretasi hukum kita?”

Akan tetapi Fakta terkini adalah sudah ada Putusan Nomor : 05/PDT.G.S/2016/PN.ATB, dibawah sumpah : Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang justru memberatkan pembawa Brosur PT. Life Solution Fransiska Nanga yang dalam materi putusan tersebut adalah tertuduh. Fransika Nanga pun dipaksa secara tidak adil untuk membayar ganti rugi uang Penggugat,Drs. Marianus Antoni sebesar Rp 110.000.000 yang diketahui jelas berdasarkan bukti transfer dan bukti kwitansi asli yang dikeluarkan bendahara PT.Life Soution) kepada  yang bersangkutan (Drs. Marianus Antoni) dan bukan oleh Fransiska Nanga. Itu pun belum terhitung dengan hitungan bunga yang dibebankan. Sehingga kalau ditotal Fransiska Nanga harus mengembalikan uang Marianus Antoni sebesar Rp 187.000.000 (seratus delapan puluh tujuh ribu rupiah).

Jika ditilik maka yang terlihat dan terbaca adalah Brosur PT. Life Solution adalah Petaka bagi seorang Fransiska Nanga. Laporan ke Ombudsman RI, Komisi Yudisial RI dan Mahkama Agung RI, atas sejumlah kelalaian hakim pengadil Pengadilan Negeri Kelas I B segera dilayangkan pengacara Fransiska Nanga, Stefanus Matutina, SH. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top