Home / Berita utama / Bupati Amon Djobo, Dari Expo Alor, Untuk FAI
Bupati Amon Djobo, Dari Expo Alor, Untuk FAI

Bupati Amon Djobo, Dari Expo Alor, Untuk FAI

Kalabahi, fajartimor.com-Usaha menjadikan Alor, sebagai daerah tujuan wisata dunia, adalah tekad seorang Amon Djobo. Semenjak terpilih sebagai pemimpin di negeri dengan julukan Seribu Moko, ragam program keberpihakan kepada rakyat diretasnya.

Pria kelahiran kecamatan Pureman, (kota kecil sejuta unik)  yang berjarak tidak jauh dari negara Timor Leste itu, rupanya tetap menjaga ritme program yang telah dicetuskan pendahulunya, Mantan Bupati Ans Takalapeta.

Ragam suku, budaya (adat istiadat), dan peninggalan bersejarah yang menjadi kearifan lokal warga dan masyarakat Alor termasuk topo grafi Alor yang cukup menantang dikumandangkannya ke seluruh jagad.

Seorang Bupati Amon Djobo yang bertipikal sederhana dan berwibawa itu justru menjadikan Expo Alor sebagai sarana promosi wisata. Dibantu Kadis pariwisatanya, Dra. Sri Inang Ananda Enga yang memiliki segudang kemampuan, kegiatan yang dihelat semenjak tanggal 6 Agustus hingga 9 Agustus 2015 belum lama ini, justru telah memantik perhatian turis manca negara dan turis domestik.

“Alor, Alamnya Lestari, Orangnya Ramah. Dan dalam kelestarian dan keramahan itu, terkandung segudang kekayaan budaya, adat istiadat, panorama alam, panorama bawah laut, juga peninggalan sejarah yang masih magis. Unik dinikmati, namun sangat menantang bila hendak mancapai objeknya. Tapi kesemuanya ini layak untuk diketahui dunia luar”, kata Amon Djobo.

Gambaran adanya empat puluhan lebih (40-an ) bahasa daerah yang tersebar di Alor, mengisyaratkan bahwa Alor, negeri di Timur Matahari Terbit, sangat berbeda dengan daerah destinasi wisata lainnya.

“Alor punya kekhasan adat berupa mas kawin (mahar perkawinan), yang satu dan unik yaitu Moko sekalipun berbeda suku, juga berbeda bahasa. Alor pun memiliki 7 pulau yang tak berpenghuni. Ada tempat tempat tertentu di Alor yang berbau misteri dan magis. Itu artinya Alor juga masih memiliki segudang objek wisata. Percaya atau tidak di Alor Selatan, ada tempat yang sewaktu waktu memunculkan periuk tanah. Namun jangan kaget, periuk periuk tanah yang tidak diketahui siapa pembuatnya, tidak bisa diambil untuk dipergunakan warga”, terang Amon Djobo.

Pengalaman karir di birokrat seorang pemimpin budiman, yang merakyat dengan tidak mengedepankan verbalistis (bahasa verbal) Bupati Amon Djobo, rupanya menarik atensi, simpati sekaligus dukungan tanpa pamrih warga dan masyarakat Alor. Buktinya Expo Alor, sangat diminati warga Alor. Stan stan expo dari semua kecamatan dengan keanekaragaman budaya, dan kearifan lokal, menjadi tontonan menarik. Perwakilan turis asing dari berbagai negara yang terlihat antusias mendatangi stan stan tersebut justru memilih mengabadikan hasil karya warga lokal Alor, dengan membelinya, sebagai kado ketika kembali ke negara asalnya.

Komunikasi dengan pemerintah pusat yang dilakukan Bupati Amon Djobo (pemimpin yang sangat dekat dengan para pegiat kulit tinta/wartawan), berbuah hasil positif. Karena dalam waktu dekat, impian untuk memperkenalkan wisata Alor sebagai salah satu tujuan wisata unik di Nusa Tenggara Timur berbuah kenyataan.

festival Indonsian Adventure/foto itimewah

festival Indonsian Adventure/foto itimewah

Festival Adventure Indonesia yang merupakan event tahunan khusus para petualang dari dalam dan luar negeri, akan diselenggarakan di kota Kalabahi, (kota pertemuan arus dingin bawah laut, yang dinginnya mencapai angka 5 derajat celcius), mulai dari tanggal 15 hingga 20 September 2015.

“Sudah tentu tujuan diselenggarakannya, Festival Adventure Indonesia di Alor, dalam rangka menggerakkan sekaligus membuka akses masuknya wisatawan ke Alor, demi percepatan perkembangan destinasi wisata Alor yang nantinya dapat memicu petumbuhan ekonomi warga dan masyarakat Alor”, tegas Amon Djobo.

Adapun rangkaian penyelenggaraan Festival Adventure Indonesia, tervokus pada 14 destinasi unggulan antara lain: Kalabahi, Pantai Maimol, Pulau Sikka, Pantai Deere, Pantai Batu Putih, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Gunung Sirung, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Buaya, Desa Monbang/Kabola, Desa Takpala, dan Desa Bampalola.

“Disaat yang bersamaan, sebagai wujud cinta akan kemampuan unik para nahkoda Alor, dalam mengendalikan perahu di musim musim ekstrim, yang ditinggalkan para leluhur, Pemda Alor juga akan menyelenggarakan Festival Bahari Alor 2015”, jelas Amon Djobo.   .

Bupati Amon Djobo pun menegaskan kegiatan tahunan Festival Adventure Indonesia yang akan di selenggarakan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 s/d 20 September 2015 dengan 5 kegiatan utama; Diving, Cycling (Sepeda), Trekking (Pendakian), Photography Hunting dan Culture Tour.

“Sailing dan explore 6 pulau, backpack, camping di pasir putih, camping dipuncak gunung, nginap dirumah penduduk, bersatu dengan penduduk, mengikuti ceremonial di kampung-kampung adat, momen sunrise dan sunset, cicipi kuliner lokal, dan lain-lain, adalah momen momen berharga yang tidak boleh dilewati. Mari kita bangun Alor denga hati dan penuh keiklasan”, pungkas Amon Djobo. (ft/Bony)

About Bony Lerek

Scroll To Top