Home / Berita utama / Charles Angkariwang di Pusaran Hotmix dan Landscape TTS?
Charles Angkariwang di Pusaran Hotmix dan Landscape TTS?

Charles Angkariwang di Pusaran Hotmix dan Landscape TTS?

SoE, fajartimor.com –Kasus Dugaan korupsi pekerjaan Hotmix dan Landscape Kantor Bupati TTS sebesar Rp 800.000.000, layaknya pusaran besar yang melibatkan sejumlah elemen birokrat dan swasta. Belakangan diketahui Kasus Mega Proyek sebesar Rp 3,8 miliar lebih yang kini dilidik Penyidik Polres TTS,  justru menyeret nama Pengusaha Lokal Charles Angkariwang.

Charles Angkariwang punya peran yang cukup besar dalam seluruh rangkaian kegiatan pekerjaan Hotmix dan Landscape Kantor Bupati TTS tahun anggaran 2014 jelas sumber terpercaya fajartimor di Sekretariat Daerah setempat, Rabu (15/03/2017).

Menurutnya, pihak ketiga yang menandatangani Kontrak Kerja sebagai Pelaksana PT. Marka Madu Indah yang beralamat di Jawa Timur (Surabaya) yakni Juarin. Sementara fakta lapangan, yang melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pekerjaan hotmix dan landscape di Kantor Bupati TTS yang baru justru orang yang kemudian dikenal sebagai Charles Angkariwang, pengusaha lokal yang berdomisili di Kupang.

“Kita tahu, Charles Angkariwang itu, diam diam di panggil Sekda Tabun sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (PA) dan kemudian diperintahkan untuk melakukan kegiatan pekerjaan Hotmix dan Landscape di Kantor Bupati setempat. Sementara yang kami tahu juga PT. Marka Madu Indah Jawa Timur lah pemenang tender. Kontraktor Pelaksananya, orang yang bernama Juarin. Nanti dicek saja dokumen kontrak dan data lapangannya,” jelasnya.

Hal yang unik katanya, dalam dokumen kontrak tertulis jaminan AMP justru berlokasi di Surabaya. Lainnya lagi dalam dokumen kontrak pun tidak sedikitpun menyebut nama Charles Angkariwang.

“Kalau AMP-nya di Surabaya? Pertanyaannya seperti apa kualitas pekerjaannya? Uniknya lagi dalam dokumen kontrak tidak ada yang namanya Charles Angkariwang apalagi jaminan AMP yang berlokasi di daerah sekitar TTS. Bukti lainnya banyak item pekerjaan Landscape yang ditinggalkan dan tidak dikerjakan. Ini kan kaco namanya!,” sesalnya.

Sementara Charles Angkariwang yang berhasil dihubungi fajartimor melalui telepon cellular justru ringan menyatakan kalau dirinya hanya sebatas menjual produk.

“Saya hanya sebatas menjual produk Hotmix. AMP saya ada di Mio TTS. Silahkan tanya saja ke Penyidik. Adik selama ini tidur dimana? Atau adik baru bangun tidur ya?,” elak Charles Angkariwang sekenanya.

Lainnya, Pihak penyidik polres TTS belum bisa dihubungi hingga berita ini diturunkan.

Informasi fajartimor, hampir seluruh dokumen dan administrasi PT. Marka Madu Indah dipalsukan untuk kepentingan pekerjaan mega proyek sebesar Rp 3,8 miliar lebih tersebut. Sementara Juarin yang menandatangani Kontrak kerja sebagai kotraktor pelaksana PT. Marka Madu Indah disinyalir sebagai pengumpul barang bekas daur ulang (Kardus). Sinyalamen lainnya, dugaan korupsi mega proyek tersebut kini mulai berpusar disekeliling para pemangku kepentingan termasuk Panitia tender. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top