Home / Berita utama / Diduga Ada Konspirasi Primordial Mengambil-alih Kepemimpinan di Balai
Diduga Ada Konspirasi Primordial Mengambil-alih Kepemimpinan di Balai

Diduga Ada Konspirasi Primordial Mengambil-alih Kepemimpinan di Balai

Kupang, fajartimor.com. Membangun Nusa Tenggara Timur seyogianya di payungi spirit Kepemimpinan yang pluralis, bukan Sektarian. Realita di Balai Wilayah Sungai nusa Tenggara II justru berbanding terbalik.

Niatan regenerasi kepemimpinan yang dicetus Ir. Charisal A. Manu, diam diam dilumuri dugaan konspirasi sempit sekelompok orang yang menamakan diri sebagai yang sudah layak memimpin Balai. “Untuk memuluskan langkahnya ke Balai Satu, berbagai manuver politik dilakukan. Saling menjual dengan cara cara tidak sehat menjadi trending topic. Tragisnya pendapat minor yang sengaja dihembus yang berujung keyakinan menilai adalah bahwa kepemimpinan Roga Manu di Balai sebagai yang tidak berwibawah, tidak memiliki integritas, tidak memiliki kemampuan dan kesanggupan membangun komunikasi lintas sektor. Stigma tidak bisa diajak kerja sama, dalam usaha dan kerja secara iklas membangun daerah ini, termasuk bekerja sama dengan Pemimpin tertinggi di daerah ini terus menjadi darasan miris”, beber Sumber media ini.

Bila pendapat miring tersebut terus diyakini tanpa ada usaha dan upaya klarifikasi lintas pimpinan Lembaga pemerintah maka revolusi mental yang dicanangkan Presiden  Republik Indonesia, Ir. Jokowidodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya akan ada dalam retorika murni. “Hemat saya, bila ada laporan miring terhadap pejabat tertentu ataupun pegawai tertentu, klarifikasi sebaiknya dilakukan. Panggil Pejabatnya ataupun personil lembaga yang diisukan miring dan pelapor atau pembisik sesat tersebut lalu luruskan persoalannya. Bukan diam dan melakukan proses pembiaran?”, sinis Sumber media ini.

Yang berkembang, konspirasi sesat tersebut diduga di bangun dalam semangat Sektarian sempit. “Kami juga mendengar bahwa semangat sektarian mengambil-alih kepemimpinan di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II menjadi pemicu terselebung. Dan jika informasi tersebut benar adanya, maka saya kira NTT diambang degradasi (kemunduran) sosial. Kita butuh pemimpin yang kapabel, akuntabel, aksebtabel dan sensibilitas tinggi diimbangi kepemimpinan dalam semangat pluralistis, bukan pemimpin yang dihasilkan dari usaha berbau politisasi saling menjual apalagi berbau primordialis”, kecewa Sumber tersebut.

Investigasi fajartimor.com upaya menggantikan posisi Ir. Charisal A. Manu telah dilakukan jauh jauh hari. Ada pejabat yang mendatangi Sekditjen SDA Kementrian PU Jakarta, dengan membawa Souvenir berupa Selimut dan Sarung, sambil membawa pesan pergantian Pimpinan Balai. Namun maksud tersebut tidak kesampaian. Kini pejabat tersebut dikabarkan berada di Jakarta masih dengan maksud yang sama. Informasi yang didapat fajartimor.com, pejabat BKD Provinsi tersebut telah mengantongi Rekomendasi Gubernur untuk usulan pergantian Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top