Home / Berita utama / ‘Dinas Peternakan Diminta Komisi II, Terbitkan Product Warning’
‘Dinas Peternakan Diminta Komisi II, Terbitkan Product Warning’

‘Dinas Peternakan Diminta Komisi II, Terbitkan Product Warning’

Kupang, fajartimor.comVirus Demam Babi yang kini mewabah di Timor Leste bisa menularkan virus tersebut ke ternak babi warga perbatasan tiga kabupaten yang berbatasan langsung yakni Belu, TTU dan Malaka. Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur diminta untuk segera mengeluarkan Product Warning!.

Demi merespek persoalan virus yang mulai menggejala di daerah perbatasan Timor Leste, Komisi II dibawah pimpinan Kasimirus Kolo putra TTU yang baru mendapat kepercayaan besar tersebut rupanya bergerak fleksibel dengan memanggil mitra kerja dan lembaga terkait (Dinas Peternakan) untuk serius membicarakan langkah-langkah antisipatif dan tindakan pencegahan pada Jum’at (11/10/2019) di ruang Komisi setempat.

Dari hasil pembahasan di Komisi, Dinas Peternakan kemudian merespon dengan membentuk Satgas gerak cepat untuk melakukan komunikasi ke bawah berupa  penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat tiga kabupaten (Belu,TTU dan Malaka) agar selanjutnya mewaspadai virus demam babi yang pada gilirannya bisa menjadi kasus besar.

“Langkah – langkah strategis yang Komisi peroleh dari pembahasan bersama mitra kerja yakni  mengeluarkan semacam surat edaran kepada pemerintah kabupaten agar pemerintah  setempat segera mengambil tindakan pencegahan berupa produk warning. Caranya, ya mobilisasi ternak babi dan produknya (daging), bisa dicegah agar tidak masuk ke tiga kabupaten melalui jalur bebas (pintu masuk), termasuk melalui jalur jalan rahasia yang sudah sejak lama dilakukan,” jelas Kasimirus.

Kasimirus Kolo yang sudah makan garam dengan dunia informasi rupanya tegas menyampaikan jika virus demam babi yang melanda Timor Leste, terpapar awal dari produk-produk makanan daging yang di bawa para pekerja asal Filipina dan China.

“Dari informasi yang diperoleh virus demam babi tersebut justru terjadi karena adanya produk-produk daging dan makanan lainnya yang dibawa masuk para pekerja asal Filipina dan China,” terang Kasimirus.

Karena itu, lanjut salah satu Pimpinan Nasdem NTT ini, Dinas Peternakan Provinsi dan Lembaga terkait lainnya, diharapkan dapat melakukan dan mendahulukan tindakan pencegahan demi menyelamatkan ternak warga yang bernilai ekonomis dari dampak virus babi yang kini sudah mewabah di Timor Leste.

“Kita juga berharap Dinas Peternakan Provinsi lebih mengutamakan tindakan pencegahan terhadap gejala virus yang akan menyerang ternak masyarakat yang bernilai ekonomis (Sapi, Kambing, Unggas dan ternak lainnya) dan kemudian bisa berdampak pada kesehatan manusia,” tandas Kasimirus.

Soal dana kegiatan pencegahan kata anggota DPRD NTT yang kini memasuki periode ke dua tersebut, dapat diambil dari dana tak terduga atau dana tak tersangka atau bisa juga dialokasikan khusus melalui rancangan kegiatan Dinas terkait secara berkesinambungan, mengingat kasus-kasus seperti ini sering kali terus terjadi.

“Dari pembahasan prinsip dengan mitra kerja, Dananya bisa tanggap darurat atau dana tak terduga yang hanya bisa dilakukan kalau pemerintah kabupaten kemudian menanggapinya dengan mengeluarkan semacam surat prinsip soal adanya kasus darurat (bencana yang terjadi secara tiba-tiba) dan berpotensi menjadi masalah serius dan perlu tindakan pencegahan. Lainnya, karena persoalan virus ternak ini sering terjadi, kita juga menyarankan kepada mitra kerja untuk lebih serius merancang anggaran yang khusus untuk tindakan pencegahan dan tindakan pemulihan jika kemudian terjadi wabah virus ternak,” aku Kasimirus. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top