Home / Berita utama / Ekonomi NTT tahun 2019 tumbuh 5,20 Persen
Ekonomi NTT tahun 2019 tumbuh 5,20 Persen

Ekonomi NTT tahun 2019 tumbuh 5,20 Persen

Kupang, fajartimor.com – Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku tahun 2019 telah mencapai 106,89 triliun atau tumbuh dikisaran 5, 20 persen atas dasar harga konstan 2010 yang mencapai 69,37 triliun”. Ucap Darwin Sitorus, ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Dalam jumpa pers, Rabu, (05/02/2020). Sekira pukul 12.55 Wita.

“Ekonomi NTT pada tahun 2019 tumbuh sebesar 5,20 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Industri Pengolahan sebesar 9,14 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,40 persen”ungkap Darwin

Masih menurut Darwin, Ekonomi NTT triwulan IV-2019 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 (y-on-y).
“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Konstruksi sebesar 8,18 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang bertumbuh sebesar 5,02 persen. Sedangkan Ekonomi NTT triwulan IV-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,21 persen dibandingkan dengan triwulan III-2019 (q-to-q). Lainnya, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 19,46 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 13,29 persen” jelas Darwin
Struktur ekonomi NTT pada tahun 2019 lanjutnya, masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Dengan konstribusi sebesar 28,00 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, masih didominasi konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 71,93 persen
“Secara umum kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen NTT pada triwulan IV-2019 meningkat dibandingkan sebelumnya. Hal itu terbaca pada ITK (Indeks Tendensi Konsumen) NTT pada triwulan IV-2019 sebesar 118,58.
ITK NTT pada triwulan IV-2019 sebesar 118,58 lanjutnya, mengisyaratkan bahwa kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 125,82),pengaruh inflasi pada tingkat konsumsi yang menurun (nilai indeks sebesar 111,76) dan peningkatan volume konsumsi (nilai indeks sebesar 109,97)” terang Darwin.
Harus diakui,
“Seluruh provinsi di Indobesia mengalami peningkatan kondisi ekonomi dan optimisme konsumen. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (nilai indeks 118,58) sedangkan provinsi yang memiliki nilai ITK terendah adalah Kepulauan Bangka Belitung (nilai indeks 100,50),” aku Darwin
Asumsi Nilai ITK NTT pada triwulan I-2020 diperkirakan sebesar 97,01. Itu artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun.
“Asumsi dasarnya yakni Tingkat optimisme konsumen diperkirakan menurun dibandingkan triwulan IV-2019 (nilai ITK sebesar 118,58),” tutup Darwin. (ft/Virginia)

About Bony Lerek

Scroll To Top