Home / Berita utama / ‘Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto, Diduga Gasak Dana Desa Sebesar Rp 124, 321.000,00’
‘Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto, Diduga Gasak Dana Desa Sebesar Rp 124, 321.000,00’

‘Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto, Diduga Gasak Dana Desa Sebesar Rp 124, 321.000,00’

Gambar Rencana Anggaran Biaya Dana Desa, Desa mnelapetu, Kecamatan Noebana-TTS, yang menjadi wilayah tqnggungjawab CV.Mega Global Resources, yang hingga kini belum terealisasi (foto/dok.Boni)

SoE, fajartimor.com – Berdalil sebagai pihak ketiga, dengan membawa CV. Mega Global Resources yang bisa menjalankan pekerjaan pengadaan Pipa Air Bersih dan Pemberdayaan Masyarakat yang bersumber dari Dana Desa tahun Anggaran 2018, Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto diduga kuat berhasil menggasak Dana Desa Mnelapetu, Kecamatan Noebana-TTS, sebesar Rp 124,321,000.

Kondisi tersebut diakui Desa Mnelapetu, Yusuf Nuban, Bendahara, Yulius Lak’apu dan TPK, Albinus Nuban kepada fajartimor, Sabtu (29/12/2018) bertempat di Nunumeu-SoE, di kediaman salah satu kerabat aparat desa Mnelapetu.

Menurut mereka, awalnya, Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto, datang ke Desa Mnelapetu lalu menawarkan jasa pihak ketiga dengan membawa bendara, CV. Mega Global Resources untuk kegiatan pekerjaan Pipa Air Bersih dan Pekerjaan Pemberdayaan Masyarakat yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2018.

“Awalnya pak Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto datang ke Desa Mnelapetu dengan mengendarai mobil jenis Avanza berwarna putih polos dan menawarkan jasa pihak ketiga untuk pekerjaan Pipa Air Bersih dan Pemberdayaan Masyarakat. Bendera yang ditawarkan adalah CV. Mega Global Resources”, jelas Desa diamini TPK dan Bendahara.

Kelihaian mengakali pihak desa, TPK dan Bendahara yang dilakukan Frans phoa Min dan Corry Melly Liyanto aku mereka, berbuah penunjukan langsung.

“Setelah menanda tangani kontrak kerja, dana tahap pertama sebesar Rp 30,700,000,00, diserahkan secara tunai kepada Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto  di kediaman TPK, Albinus Nuban di Desa Mnelapetu pada bulan September 2018, yang dibuktikan dengan kwitansi desa dan dibubuhi tanda tangan diatas meterai 6000 rupiah oleh para pihak”, jelas Desa diamini TPK dan Bendahara.

Dana tahap ke-dua sebesar Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) lanjut mereka, di transfer ke Rekening Giro Bank NTT atas nama Corry Melly Liyanto Direktur CV. Mega Global Resources pada Oktober 2018.

“Pada hari yang sama, saat dilakukan transfer uang sebesar Rp 150,000,000,00, Frans Phoa Min pun meminta untuk diserahkan uang pengadaan Bibit Ikan sebesar Rp 10,000,000,00. Uang tersebut diterimanya dari tangan Bendahara, Yulius Lak’apu bertempat di Hotel Bahagia II TTS lengkap dengan bukti kwitansi”, tandas Desa, diamini TPK dan Bendahara.

Dari Total sebesar Rp 190,700,000,00 kata mereka, baru direalisasikan Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto berbendera CV. Mega Global Resources sebesar Rp 66,379,000,00 dan masih menyisahkan nilai pekerjaan sebesar Rp 124, 321,000,00.

“Saat dikejar sisah pekerjaan Pipa Air Bersih dan sejumlah item pekerjaannya juga pekerjaan pemberdayaan baik pengadaan bibit Babi dan Ikan, yang bersangkutan (Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto) justru terus saja menghindar. Pertengahan Desember 2018, saya justru diminta Frans Phoa Min datang ke Kupang dengan membawa Mobil Pick Up untuk mengambil Bibit Babi. Namun sesampai di Kupang, Frans Phoa Min lagi-lagi berdalil kalau Bibit Babi belum terkumpul. Saya lalu kembali dan hingga saat ini tidak lagi mendapat informasi dari suadara Frans Phoa Min. Kasian banyak pekerjaan yang belum rampung. Sementara kontrak kerjanya hanya 30 hari kalender”, terang Ketua TPK, Albinus Nuban.

Frans Phoa Min yang berhasil dikonfirmasi fajartimor justru terus berdalil kalau nilai uang sebesar Rp 190, 700,000,00 khusus kegiatan pekerjaan Pipa Air Bersih dan Pemberdayaan Masyarakat tidak pernah diterima pihaknya.

“Om tau apa. Uang di transfer ke Bank mana? Sapa yang terima? Silahkan lapor ke siapa saja. Saya siap hadapi bosong semua”, kelit Frans Phoa Min.

Atas pengakuan tanpa beban tersebut, Dana Desa, Desa Mnelapetu, Kecamatan Noebana-TTS, sebesar Rp 124,321,000,00 diduga kuat digasak Frans Phoa Min dan Corry Melly Liyanto, bertameng CV. Mega Global Resources yang kuat dugaan juga masuk kategori Mafia Dana Desa.

Pihak Desa, TPK dan Bendahara kini lagi mengumpulkan sejumlah bukti untuk selanjutnya di bawa ke proses Hukum.

Untuk diketahui, Pekerjaan Pengadaan Pipa Air Bersih meliputi pengadaan Pipa sejumlah ukuran seturut kepentingan kegiatan, ditambah pengadaan motor air tiga unit, viber sebanyak empat unit, selang plastik sebanyak empat roll dan kawat duri sebanyak 16 roll dengan total anggaran sebesar Rp 42,175,000,00. Sementara untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat meliputi pengadaan Bibit Babi sebesar Rp 73,750,000,00, Makanan Ternak sebesar Rp 11,250,000,00, Bibit Ikan sebesar Rp 10,000,000,00 dan Bibit Bawang Unggul dan sayur-sayuran sebesar Rp 8,000,000,00 total uang pengadaan pemberdayaan masyarakat tersebut sebesar Rp 102,750,000,00. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top