Home / Berita utama / Gabriel Goa: KPK, sebaiknya Beri Perhatian Serius ke TTS
Gabriel Goa: KPK, sebaiknya Beri Perhatian Serius ke TTS

Gabriel Goa: KPK, sebaiknya Beri Perhatian Serius ke TTS

Jakarta, fajartimor.com. Bila Kejaksaan Negeri dan Lembaga Kepolisian sulit menjangkau persoalan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat publik TTS sebaiknya KPK RI langsung turun tangan.

“Penjelasan Evaluasi Gubernur atas konsep Perubahan APBD TTS tahun anggaran 2008 dan Penyesuaiannya jelas, koq hal berani justru dilakukan Pemda setempat? Ini khan yang namanya berani bermain api”. Demikian sepenggal kalimat bernada kecewa yang disampaikan Gabriel Goa, Kordinator Koalisi Pemberantasan Korupsi (KPK NTT) kepada fajartimor.com, bertempat di ruang kerjanya dibilangan Gedung Perkantoran Selmis, Jl. Asam Paris Raya, no.52, Blok II, Lantai II, Kebon Baru-Tebet Jakarta Selatan.

Seharusnya pagu anggaran belanja gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil TTS sebesar Rp 209.984.386.118 dan penambahannya atas dasar evaluasi gubernur sebesar Rp 11.088.360.633,26 wajib hukumnya dipertahankan dalam proses realisasi. “Dalam format evaluasi Gubernur khusus di kolom keterangan jelas. Bahwa Penambahan ini dipertahankan karena kegiatannya telah dilaksanakan sebelum Tahun Anggaran 2008 berakhir begitu. Ini koq terjemahan kepala PPKAD-nya lain?. Mengapa bukan 221 milyar lebih yang dicairkan? Jika betul yang dicairkan per-keadaan sampai dengan Desember 2008 adalah sebesar Rp 252. 429.823.992, maka saya kira ini yang namanya penjebolan APBD”, ungkap Gabriel.

Soal realita angka realisasi sebesar Rp 248.546.108.824 yang terbaca secara terselebung pada LKPJ Bupati Mella adalah modus lain. Hal tersebut pun perlu menjadi perhatian serius. “Terkait  komparasi atau perbandingan angka realisasi yang terbaca pada format Daftar Realisasi Gaji SKPD SE-KABUPATEN TTS KEADAAN S/D BULAN DESEMBER 2008 dan LKPJ Bupati Mella adalah ruang yang bisa digunakan untuk dilakukan penyelidikan secara lebih serius oleh aparat hukum. Dan saya malah menganjurkan Pihak Aparat Hukum setempat membuka ruang kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia agar secepatnya membuka persoalan tersebut secara terang benderang”, tegas Gabriel.

Menurut Gabriel, dugaan angka penggelembungan pada belanja Gaji dan Tunjangan PNS TTS sebesar Rp 31.357.077.240,26 bukanlah angka kecil. “hemat saya angka sebesar Rp 31 milyar lebih adalah angka yang fantastis, dan saya kira KPK RI sudah bisa masuk”, aku Gabriel. (ft/Bony)

 

 

About Bony Lerek

Scroll To Top