Gerak Sunyi DPD PDI Perjuangan NTT, Rayakan Ultah Megawati dengan Aksi Merawat Pertiwi

Artikel ini Telah di Baca 1,063 Kali
  • Bagikan

Kupang, fajartimor.com — Di usia yang kian matang, perayaan ulang tahun Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali dimaknai dengan cara yang tenang namun bermakna. Bukan dengan gemerlap panggung atau gegap gempita seremoni, melainkan melalui gerak sunyi yang menumbuhkan kehidupan: merawat Pertiwi.

Memperingati hari lahir Megawati yang 79, DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur memilih menyapa bumi dengan tindakan nyata.

Di tanah Kota Kupang, kader partai menanam pohon, membersihkan sampah, dan menyatukan langkah bersama warga—seolah mengingatkan bahwa merawat lingkungan adalah cara paling jujur merayakan kehidupan.

Aksi tersebut berlangsung di RT 25 RW 10, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus H. Takandewa, didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Julia Nomleni, serta diikuti jajaran pengurus, badan sayap, dan kader lintas struktur, Jumat (23/1/2025).

Pohon-pohon yang ditanam hari itu bukan sekadar batang dan daun. Ia menjadi simbol harapan tentang udara yang lebih bersih, tanah yang kembali bernapas, dan generasi yang kelak menikmati teduhnya. Sementara sampah yang dibersihkan adalah pengingat bahwa bumi hanya akan lestari jika manusia mau bertanggung jawab atas jejaknya sendiri.

Aksi lingkungan ini juga dilakukan serentak oleh DPD dan DPC PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia.

Penanaman pohon dipersembahkan sebagai “kado hijau” untuk Megawati Soekarnoputri, sebuah penghormatan yang tumbuh, berakar, dan memberi manfaat lintas waktu.

Gerakan Merawat Pertiwi yang konsisten dilakukan setiap tahun menjelang ulang tahun Megawati mencerminkan nilai yang terus dirawat partai berlambang banteng menjadi perjuangan politik yang tidak terpisah dari kepedulian ekologis. Alam bukan latar belakang, melainkan bagian dari kehidupan rakyat yang harus dijaga.

Di tengah persoalan sampah dan degradasi lingkungan yang masih membayangi banyak daerah, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif. Bukan hanya bagi kader partai, tetapi juga masyarakat sekitar, bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yaitu dengan menanam, membersihkan, dan merawat secara berkelanjutan.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa menegaskan, aksi ini tidak berhenti pada satu hari perayaan. Perawatan pohon, pengelolaan sampah yang konsisten, serta edukasi lingkungan akan terus dilakukan agar nilai yang ditanam hari ini benar-benar berbuah di masa depan.

Dengan cara itu, ulang tahun Megawati tidak hanya dirayakan sebagai penanda usia, tetapi sebagai momentum merawat bumi, menjaga Pertiwi agar tetap lestari, untuk hari ini dan generasi yang akan datang. (Ft/Boni Lerek)

  • Bagikan