SoE, fajartimor.com — Jalur Fautmetan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang merupakan bagian dari jalan Trans Nasional Pulau Timor, kini kembali berfungsi normal setelah pekerjaan penanganan longsoran dan preservasi jalan diselesaikan oleh pihak ketiga di bawah koordinasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rampungnya pekerjaan tersebut berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas serta distribusi orang dan barang antarwilayah di selatan Pulau Timor. Jalur ini sebelumnya sempat mengalami gangguan serius akibat bencana longsor yang terjadi pada awal tahun 2025.
BPJN NTT mencatat, sepanjang tahun 2025 penanganan longsoran di ruas Jalan Nasional wilayah TTS menjadi bagian dari program prioritas preservasi jalan pascabencana. Sejumlah lokasi rawan, termasuk di kawasan Fautmetan, Batu Putih, dan Desa Sopo, Kecamatan Amanuban Tengah, telah ditangani secara bertahap sesuai standar teknis preservasi jalan nasional.
Pada September 2025, BPJN NTT menyelesaikan penanganan tiga titik longsoran dan kerusakan badan jalan di jalur trans nasional Desa Sopo. Pekerjaan tersebut meliputi pembersihan material longsor, perbaikan struktur perkerasan, penguatan lereng, serta normalisasi sistem drainase untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Sementara itu, di lokasi longsor besar Batu Putih yang terjadi pada Januari 2025, BPJN NTT melaksanakan pembangunan kembali dinding penahan tanah (DPT). Infrastruktur ini berfungsi menstabilkan lereng, menahan pergerakan tanah, serta melindungi badan jalan dari potensi longsoran susulan, khususnya pada musim hujan.
Selain penanganan darurat, BPJN NTT juga melaksanakan proyek rekonstruksi ruas jalan nasional pada segmen Spi Niki-Niki–Oinlasi. Hingga Oktober 2025, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai 98 persen, termasuk penanganan longsor pada segmen Batu Putih–Panite yang selama ini menjadi titik kritis konektivitas wilayah.
Secara keseluruhan, kegiatan preservasi jalan nasional di TTS pada 2025 selaras dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memprioritaskan pemeliharaan, rehabilitasi, dan penanganan pascabencana pada ruas jalan eksisting. Langkah ini dilakukan untuk memastikan konektivitas nasional tetap terjaga, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta roda perekonomian daerah dapat terus bergerak tanpa hambatan berarti.
Pantauan media ini, jalur longsoran parah pada tikungan menuju desa Tupan – Tuasene, persisnya di Fautmetan yang sering kali mengalami pergerakan telah dikerjakan permanen oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan pihak ketiga terpercaya. (Ft/Boni Lerek)













