Home / Berita utama / ‘Jika Benar Ada Praktek Pungli di Stikes Nusantara, ‘Lawan’!’
‘Jika Benar Ada Praktek Pungli di Stikes Nusantara, ‘Lawan’!’

‘Jika Benar Ada Praktek Pungli di Stikes Nusantara, ‘Lawan’!’

Kupang, fajartimor.com – Dugaan pungli pengambilan ijazah DIII dan S1 Wisudawan/Ti Tahun 2019 di Sekolah Tinggi Kesehatan Nusantara, mengisyaratkan adanya pelayanan yang tidak purna. Ini juga menunjukan kalau kita masih suka jajah sesama anak bangsa. Kalaupun benar adanya, hanya ada satu kata ‘Lawan’.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Jimmy Sianto Ketua Komisi V DPRD NTT kepada media ini melalui pesan singkat whatsup, Senin (19/08/2019), sekira pukul 10.13 Wita.  

Menurutnya adanya beban sebesar Rp 1 juta rupiah bagi para wisudawan/ti sebelum pengambilan ijazah jelas sangat bertentangan dengan amanah revolusi mental yang telah dicanangkan Presiden Jokowi Dodo.

“Kalau mudah kenapa dipersulit? Kalau cepat kenapa dihambat? Bila benar ada tunggakan uang perkuliahan dan lainnya yang berhubungan dengan kewajiban wisudawan/ti, ya sertakan dalam pengumuman itu. Karena hemat saya, Ijazah menjadi hak mutlak wisudawan/ti, sebagai bentuk pengakuan Negara. Ketika dihambat dengan beban sebesar Rp satu juta rupiah, saya kira ini pertanda petaka pendidikan,” terang Jimmy.

Wisudawan/ti, kata anggota DPRD NTT yang akan purna tugas tersebut, terlihat terkuliah lemah dan seakan berserah pada nasib.

“Hemat saya, kalau benar ada Pungli, menunjukan kalau kita masih suka jajah sesama anak bangsa. Lawan kalau itu benar. Tunduk dan taat kalau benar sudah sesuai aturan sisdiknas,” anjur Jimmy.

Informasi yang didapat media ini, dari sejumlah 495 wisudawan/ti tahun 2019 Sekolah Tinggi Kesehatan Nusantara (Stikes Nusantara), baik DIII maupun S1, mengemuka jika sebagian besarnya sudah mengambil ijazah dengan biaya beban pengambilan sebesar satu juta rupiah, sementara sebahagiannya belum.

Hingga berita ini diturunkan pihak Stikes Nusantara rupanya sulit dimintai klarifikasinya. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top