Home / Berita utama / ‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’
‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

(Bagian 33)

Surabaya, fajartimor.com – Tindakan dokter umum Bhayangkara Kupang, Ervina Aryani tidak sesuai dengan pasal 1 angka 28 KUHAP jo pasal 180 ayat 1 KUHAP. Itu sama artinya perbuatan dokter Ervina Aryani di luar kewenangannya dan masuk kategori perbuatan melawan hukum.

Pemeriksaan suatu perkara pidana dalam proses peradilan sejatinya untuk mencari kebenaran materiil terhadap perkara tersebut. Itu artinya Penegak Hukum pun dituntut untuk memperoleh bukti bukti yang dibutuhkan untuk mengungkap perkara itu, termasuk pada tahap persidangan, jelas WP. Preis Lerek, S.Fil, SH, M.Kn,MH kepada fajartimor di kediamannya di Kompleks Perumahan Kali Waru, Rungkut Surabaya, Minggu, (10/06/2018).

Menurutnya, usaha mencari kebenaran materiil dengan maksud demi menghindari adanya kekeliruan dalam penjatuhan vonis oleh Hakim terhadap Tersangka/Terdakwa Christian Fanda.

Ada dokter forensik di Biddokes Bhayangkara Kupang, kalau begitu kenapa muncul dokter Ervina Aryani dokter umum setempat? ada apa sebenarnya? (foto istimewa)

“Seseorang dapat dijatuhi pidana apabila ada alat bukti yang sah menurut Undang undang, sehingga itu memberi keyakinan kepada Hakim bahwa seseorang memang telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan kepada dirinya”, terang WP Preis.

Pengumpulan alat bukti dan fakta katanya dilakukan untuk membuat terang pelakunya. Namun pengumpulan alat bukti juga butuh orang yang ahli untuk mencari kebenaran materiil selengkap lengkapnya bagi Hakim.

“Tenaga ahli yang dimintai bantuannya menurut hukum acara pidana diatur dalam pasal 120 ayat 1 KUHAP untuk tahap penyidikan dan pasal 180 ayat 1 KUHAP untuk tahap pemeriksaan di persidangan di Pengadilan”, tandas WP Preis.

Oleh karena itu dalam pasal 1 angka 28 unjuknya menentukan keterangan ahli sebagai keterangan yang dimiliki oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan.

Ini nama nama dokter ahli di RS Bhayangkara Kupang dan tidak ada nama Dokter Ervina Aryani (foto istimewa)

“Tuduhan Perkosaan kepada Tersangka/Terdakwa Christian Fanda merupakan salah satu kasus yang membutuhkan tenaga ahli yaitu dokter ahli forensik dan bukan dokter yang tidak ahli di bidang tersebut. Keterangan dokter ahli forensik itu untuk memberikan keterangan medis yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan tentang hal yang dilihat dan ditemukan pada tubuh korban perkosaan”, tegas WP Preis.

Keterangan dokter itu ucapnya dinyatakan secara tertulis dalam bentuk surat hasil pemeriksaan medis yang disebut Visum et Repertum. Keterangan itu hanya pada dokter forensik sesuai tugas dan kewenangannya berdasarkan sumpah jabatannya dan pengetahuannya yang sebaik baiknya.

“Visum artinya melihat tanda yang ditemukan dan disahkan. Sementara Repertum artinya melaporkan hal yang telah dilihat dan didapat dalam pemeriksaan dokter terhadap korban. Hal tersebut menegaskan semua orang yang menjadi dokter diberi kewenangan untuk menangani, dan merawat orang sakit, tapi semua dokter tidak diberi kewenangan menjadi dokter forensik karena harus ada keahlian khusus yang dimiliki”, sindir WP Preis.

dokter Ervina Aryani, dokter Umum RS Bhayangkara Kupang, penerbit visum et repertum saat di persidangan, Selasa, (05/06/2018). foto istimewa.

Dalam kasus Christian Fanda tudingnya, dokter umum sama sekali tidak punya kompetensi dan kewenangan untuk membuat Visum et Repertum karena tidak ada keahlian yang valid dan keterangan yang dibuat dikategorikan perbuatan melawan hukum sehingga batal demi hukum.

“Perbuatan dokter Ervina Aryani dokter umum RS Bhayangkara Kupang tersebut diluar keahlian dan kewenangannya. Prinsipnya dokter umum tidak punya keahlian apalagi lakukan visum. Visum hanya dibuat oleh dokter ahli di bidang forensik. Oleh karena itu dokter umum yang mengaku buat visum itu dalam istilah medis dikenal dengan perbuatan mal praktik. Mal praktik masuk unsur kejahatan profesi sebagai dokter yang bukan ahli dan tidak berwenang. Sayang saja, Tersangka/Terdakwa Christian Fanda kini ditahan dan diadili dengan perbuatan mal praktik dokter Ervina Aryani dokter umum RS Bhayangkara Kupang”, kesal WP Preis. Bersambung…(ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top