Home / Berita utama / ‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’
‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

(Bagian 6)

Kupang, fajartimor.com – Diduga selalu diajar Jaksa Nuruhul Faruq, Fatima Bibi saksi korban Mira Lainu, Saksi  yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum di fakta persidangan A Quo Terdakwa Christian Fanda tidak konsisten menjawab pertanyaan Hakim Theodora Usfunan dan Amos Alexander Lafu Pengacara Pengganti Edward Alfons Theorupun.

Di persidangan yang mulia setiap orang yang bersaksi dibawah sumpah wajib hukumnya mengedepankan konsistensi menjawab pertanyaan Hakim dan Pengacara termasuk kejujuran dalam bersaksi, jelas Amos Alexander Lafu, Pengacara Terdakwa Christian Fanda kepada fajartimor setelah persidangan Rabu (25/04/2018).

Bukti Laporan Polisi Agustina W.J Wila Hera atas tuduhan Penjualan Anak Dibawah Umur terhadap Mirawati Lainu Saksi korban Dalam Perkara A Quo Terdakwa Christian Fanda *foto.dok Boni*

“Kita memang dibuat pusing oleh keterangan saksi Fatima yang dihadirkan Jaksa Penuntut umum. Kurang lebih satu jam Saksi Fatima terus berulah dengan keterangannya yang selalu berubah ubah. Awalnya Saksi Fatima mengakui kalau dirinya tidak sedikitpun mengetahui adanya persetubuhan yang terjadi antara Saksi Korban Mira Lainu dan Terdakwa Christian Fanda. Yang diketahui pada hari kejadian tanggal 24 Maret 2017 bertempat di rumah Terdakwa seturut tuduhan persetubuhan yakni tindak penganiayaan”, jelas Amos.

Saksi Fatima juga menerangkan katanya berdasarkan cerita spontan saksi korban Mira Lainu, yang bersetebuh dengan dirinya adalah terhukum Jonius Jacob Zakarias alias Oni Zakarias.

“Di fakta persidangan saksi Fatima juga menjelaskan kalau dirinya mendapatkan cerita dari saksi korban Mira Lainu bahwa yang bersetubuh dengannya yakni Oni Zakarias Terhukum sementara Terdakwa Christian Fanda sama sekali jauh diluar pengakuan Mira Lainu”, ungkap Amos.

saat diperdalam Hakim Anggota yang mulia Theodora Usfunan, Saksi Fatima justru berubah lagi kalau dirinya mengetahui adanya persetubuhan antara Saksi Korban Mira Lainu dan Terdakwa Christian Fanda.

“Saya lalu kembali bertanya, tanggal 24 Maret 2017 saudara saksi berada dimana? Saksi Fatima menjawab kalau dirinya baru tiba dari Kefa. Dan selang berapa lama datang lah Saksi Korban Mira Lainu dan berpamitan mau mengunjungi ibu kandungnya di Oesao. Sementara yang menjadi catatan pentingnya, pada tanggal 24 Maret 2017 berdasarkan dakwaan Jaksa, ditanggal tersebut adalah hari dimana terjadinya peristiwa persetubuhan terhadap saksi korban Mira Lainu seperti yang dituduhkan kepada Terdakwa Christian Fanda. Ini fakta pengakuan di Persidangan”, ungkap Amos.

Saksi Korban Mira Lainu bersama bibinya saksi Fatima, terlihat asik bermain lempar batu sembunyi tangan, sambil tertawa ngakak tanpa ada yang mengganggu, tapi saat hadir di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, dikawal sejumlah orang yang katanya dari Mabes dan LPSK (foto/dok.Boni)

Terhadap kesaksian yang selalu berubah dari saksi yang dihadirkan Jaksa katanya pihak pengacara Terdakwa justru meminta hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk segera menghadirkan saksi fakta yang semuanya adalah keluarga inti dan tetangga Terdakwa Christian Fanda.

“Kita tahu ada yang salah dengan perkara A Quo tersebut oleh karena itu kita juga sudah meminta hakim agar memerintahkan Jaksa Penuntut Umum, Nuruhul Faruq menghadirkan Saksi Fakta yang semula dihadirkan penyidik demi alasan saksi meringankan tapi justru berujung pada saksi fakta. Kita juga perlu konfrotir untuk mengetahui kebenarannya”, terang Amos.

Terkait Berita Acara tanggal 15 Mei 2017, 23 Mei 2017, 12 Juni 2017 dan Berita Acara tambahan tanggal 18 September 2017 ucapnya akan terus dikejar di fakta persidangan.

“Kita malah menduga, jangan jangan empat BAP tersebut disembunyikan dikarenakan ada dugaan penyidik sendiri bertanya dan sendiri menjawab”, awas Amos.

Mengenai keterangan saksi Fatima yang selalu berubah karena lupa akan ajaran guru, diharapkan dikesampingkan Majelis Hakim yang Mulia.

“Saat ditanya soal bukti uang Sebesar Rp 150 ribu dan celana dalam saksi korban Mira Lainu, saksi Fatima justru menjawab jujur bahwa tidak pernah ditunjukan penyidik koq”, pungkas Amos. Bersambung….(ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top