Home / Berita utama / ‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’
‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

‘Kasus Hukum Christian Fanda; Sampah Daur Ulang?’

(Bagian 7)

Kupang, fajartimor.com – Mencemati kasus hukum Christian Fanda atas tuduhan pemerkosaan atau persetubuhan anak dibawah umur menjadi dilema adanya dugaan Mafioso Peradilan.

Berawal dari korban Agnes Prastica Wila Hera anak dibawah umur, yang diketahui hilang berhari hari, dibawa Saksi Korban Mirawati Lainu dan kemudian diikuti dengan tertangkap tangannya Korban Agnes, Mirawati Lainu, Terhukum Jonius Jacob Zakarias dan Aba alias Ama oleh Ibu Korban Agnes, Agustina W.J Wila Hera membuktikan adanya gurita besar dibalik kasus yang dituduhkan kepada Terdakwa Christian Fanda. Jangan jangan ini terkait dengan dugaan Mafioso peradilan demi mencapai sebuah tujuan yang lebih besar?, sigap Gabriel Goa, Direktur Padma Indonesia yang berkedudukan di Jakarta kepada fajartimor via telepon celular, Kamis (26/04/2018).

Menurutnya, benang merah dari tuduhan perkosaan atau persetubuhan Mirawati Lainu anak dibawah umur yang dialamatkan kepada Christian Fanda perlu diretas agar hakim tidak keliru memutuskan perkara A Quo tersebut.

Bukti Laporan Polisi Agustina W.J Wila Hera atas tuduhan Penjualan Anak Dibawah Umur terhadap Mirawati Lainu Saksi korban Dalam Perkara A Quo Terdakwa Christian Fanda *foto.dok Boni*

“Aksiomatisnya, Sejauh mana Laporan Polisi yang dibuat oleh Ibu Korban Agnes (Agustina W.J Wila Hera) terhadap Mira Lainu anak dibawah umur dengan Sangkaan Tindak Pidana Menyediakan Anak Dibawah Umur untuk Bersetubuh?. Lebih spesifiknya apa yang dilakukan Mira Lainu dan dilaporkan Ibu Kandung Agnes masuk kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang, ini semestinya disikapi secara serius!”, serang Gabriel.

Mengapa yang diserang kata Ketua Koordinator Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) NTT, adalah Terhukum Jonius Jacob Zakarias, penerima orderan Mirawati Lainu?

“Saya justru jadi masgul dengan persoalan ini. Penjualnya atau penyedianya kebal hukum, pembelinya justru terhukum. Cara menghukum pembelinya terkesan ada unsur dugaan pemerasan karena sebelumnya ada upaya perdamaian antara Jonius Jacob Zakarias, Korban Agnes dan Agustina W.J Wila Hera dengan sejumlah jaminan sanksi adat (beras, hewan dan sejumlah uang tutup malu) disaksikan sejumlah orang yang secara kebetulan mediator terhukum Jonius Jacob Zakarias adalah temannya Chistian Fanda yang kini menyandang status Terdakwa dengan tuduhan keji, persetubuhan atau perkosaan terhadap Mirawati Lainu anak dibawah umur yang dilaporkan ibu korban Agnes Prastica Wila Hera di kepolisian setempat” kecam Gabriel.

Dikatakan, sepatutnya saksi saksi yang dihadirkan pada persidangan Terdakwa Chistian Fanda yaitu Agnes korban penjualan Mira Lainu, Ibu Kandung Agnes, Agustina W.J Wila Hera, Terhukum Jonius Jacob Zakarias dan orang yang bernama Aba alias Ama itu, termasuk saksi saksi perdamaian antara Jonius Jacob Zakarias versus Agnes dan ibu kandungnya.

“Saya justru melihat benang merahnya ada disitu. Dengan kondisi tidak adanya dua alat bukti yang bisa dihadirkan penyidik dan jaksa penuntut umum, mengisyaratkan ada yang salah dengan persoalan tersebut. Atau kuat dugaan Christian Fanda menjadi target utama sebuah tujuan besar, penyidik hanya berkutat pada metoda Pra Rekonstruksi tanpa melakukan Rekonstruksi atau by spot konstruksi di TKP karena memang TKPnya tidak ada sama sekali. Saksi saksi disiapkan hanya untuk memenuhi batasan formil BAP demi goal dari kasus tersebut”, burai Gabriel.

Pengacara dan Majelis Hakim lanjutnya harus bisa mengungkap dan menyingkap misteri kasus tersebut.

Saksi Korban Mira Lainu bersama bibinya saksi Fatima, terlihat asik bermain lempar batu sembunyi tangan, sambil tertawa ngakak tanpa ada yang mengganggu, tapi saat hadir di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, dikawal sejumlah orang yang katanya dari Mabes dan LPSK (foto/dok.Boni)

“Caranya gampang, Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum diminta Pengacara Terdakwa Christian Fanda, seijin Majelis Hakim Yang Mulia guna menghadirkan Agnes korban penjulan Mira Lainu, Ibu Kandung Agnes, Agustina W.J Wila Hera, Terhukum Jonius Jacob Zakarias, Aba alias Ama dan saksi saksi yang terlibat dalam upaya perdamaian Jonius Jacob Zakarias versus Agnes, Agustina Wila Hera dan keluarga yang katanya ditandatangan diatas meterai Rp 6000”, saran Gabriel.

Jargon ‘Kecil Teranjah anjah, Besar Terbawah bawah rupanya sedikit selaras dengan darasan mainan anak anak yang berbunyi: Ping Kala Ping, Tulang Anjing Terjepit, Burung Satu Mati, Satu Lompat Terjepit’ layaknya fakta kekinian mencermati tuduhan keji yang dialamatkan pada Terdakwa Christian Fanda dan Keluarga karena adanya dugaan keinginan besar mencaplok tanah warisan keluarga Fanda di Daerah Tano, Persisnya Di Pan Muti (Kopnan Pan Muti, Lilo Baknase).

Kepercayaan hukum alam atau hukum keseimbangan pasti berlaku adil diyakini ikut berproses dalam Perkara A Quo dengan Terdakwa Christian Fanda.

“hukum Alam dan Hukum Keseimbangan akan berlaku dalam perkara yang dialamatkan kepada orang tua kami Christian Fanda, ini bukan Lombok ko lu makan langsung pedis. Semua yang didapat dengan cara yang halal pasti menjadi darah dan daging. Tapi kalau yang didapat itu dengan menghalalkan cara, nanti lu makan jadi racun lu minum jadi racun”, Doa sejumlah keluarga Terdakwa Christian Fanda. Bersambung……(ft/tim).

About Bony Lerek

Scroll To Top