Home / Berita utama / “Kasus PDAM TTS, Diduga Mengendap”
“Kasus PDAM TTS, Diduga Mengendap”

“Kasus PDAM TTS, Diduga Mengendap”

SoE,  fajartimor.com. Benar atau tidaknya kesungguhan aparat Penyidik Polres TTS mengungkap kasus yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp 157 juta lebih ( Rp 157.201.770), masih menjadi tanda tanya besar.

Berlarut larutnya proses penyelidikan aparat Penyidik Polres TTS terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Direktur PDAM Yan Nenotek, SH dalam kapasitasnya sebagai PPK pada proyek Pengadaan Pipa TA. 2012 serasa semakin miris.

“Jika ditilik, pengungkapan kasus PDAM itu sebenarnya tidak terlalu butuh energi besar. Selain kasusnya sederhana, fakta bahwa kegiatan fisik lapangan hingga saat ini yang masih dalam prosentase nihil et nihilo (nol besar/ 0 %) harusnya menjadi dasar kasus tersebut segera diungkap Penyidik”, beber sumber media ini.

Kebenaran prosentase 30 % (persen) sebesar Rp 157 juta lebih yang telah diambil pihak CV. Dua Putri melalui Direkturnya Hendrik Mbatu, SH adalah fakta pengambilan uang negara. “Saya kira Penyidik paham lah. Bahwa runutan (ketepatan) dalam mengajukan sejumlah pertanyaan demi pengungkapan kasus ini. Khan faktanya adalah telah dilakukan tender, lalu ada sanggah banding, kemudian dilakukan tender ulang, ada pemenangnya. Soal bahwa ada perencanaan yang tidak akurat yang berimbas pada volume kegiatan berubah disaat tender dilakukan harus juga menjadi perhatian Penyidik, begitu!”, ungkap sumber media ini.

Fakta riil yang juga perlu menjadi acuan Penyidik soal adanya selentingan telah dilakukannya penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama antara Jan Nenotek, SH dan Hendrik Mbatu, SH yang disaksikan Soleman Bola, SH dan Zet Fallo, S.Sos. “Bila benar telah terjadi kesepakatan di luar semangat Perpres 54 dan Perpres 70, maka saya kira kasus tersebut jelas jelas mengindikasikan adanya penyalahgunaan kewenangan yang berakibat pada adanya dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp 157 juta lebih. Hemat saya kasus tersebut tidak perlu berlama lama mengendap di tingkat penyelidikan dan penyidikan!”, kesal sumber media ini.

Pantauan fajartimor.com semenjak kasus tersebut mengemuka ke publik, Pihak Penyidik Polres TTS telah melakukan pemanggilan terhadap Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, Direktur PDAM TTS Jan Nenotek yang merangkap sebagai PPK, Kabag Keuangan, Kasubag Keuangan, Direktur CV. Dua Putri, Hendrik Mbatu, SH dan yang terakhir di panggil adalah Kabag Teknik Markus Fallo untuk didengarkan keterangannya terkait pengungkapan kasus tersebut. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top