Home / Berita utama / Kasus Pembunuhan Lorens Wadu di Lembata; Ada Bukti Petunjuk Baru yang Diserahkan FP2L ke Polda NTT.
Kasus Pembunuhan Lorens Wadu di Lembata; Ada Bukti Petunjuk Baru yang Diserahkan FP2L ke Polda NTT.

Kasus Pembunuhan Lorens Wadu di Lembata; Ada Bukti Petunjuk Baru yang Diserahkan FP2L ke Polda NTT.

Kupang, fajartimor.com-Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L), rupanya terus mengawal kasus  pembunuhan alm. Aloysius Lorens Wadu yang terjadi pada tanggal 8 juni 2013 belum lama ini.

Bukti Petunjuk Baru berupa keterangan tegas Terpidana Marselinus Suban Welan atas dugaan keterlibatan Bupati Lembata yang berhasil direkam menjadi dasar kita. Dan sebagai tindaklanjutnya bukti rekaman pembicaraan itu sudah diserahkan ke Polda NTT, Senin (7/12), kata Alex Murin Leuhapu ketua FP2L kepada fajartimor di Kupang.

Menurut Alex, Keterangan dan pengakuan Terpidana Marselinus Suban Welan (kini di tahan di Lapas Lewoleba) kepada dirinya (Alex Murin), melalui medium Telepon Seluler, persisnya pada hari Rabu, tanggal 11 November 2015, pukul 08.57 WIB dengan durasi pembicaraan sekitar 14 menit 16 detik.

“Inisiatif pembicaraan berupa pengakuan tegas ini dilakukan oleh Terpidana Marselinus Suban welan. Saat dihubungi yang bersangkutan (Terpidana Marsel), saya lagi berada di Jakarta”, aku Alex.

Soal seperti apa dugaan keterlibatan Bupati Lembata dalam kasus Pembunuhan alm. Aloysius Lorens Wadu dari pengakuan Marselinus Suban Welan yang berhasil di rekam jelas Alex, akan dibeberkannya secara lugas di fakta persidangan.

“Terpidana Marselinus, secara tegas mengatakan bahwa Bupati Lembata terlibat dalam pembunuhan alm. Aloysius Lorens Wadu. Tapi keterlibatan Bupati Lembata seperti apa, akan dijelaskannya secara vulgar di fakta persidangan”, terang Alex.

Setelah menerima bukti rekaman berupa pengakuan Terpidana Marselinus Suban Welan, FP2L berharap, Polda NTT sesegera mungkin menindaklanjuti sekaligus mendalami kasus tersebut, dengan menurunkan Tim Penyidik Polda NTT ke Lembata.

“Hingga saat ini, masyarakat Lembata menunggu langkah hukum berupa penyelidikan mendalam atas dugaan keterlibatan sejumlah orang penting di Lembata dalam kasus pembunuhan alm.Aloysius Lorens Wadu. Kita pun lagi berharap cemas atas pernyataan Kapolda NTT dalam menuntaskan kasus ini, saat berkunjung dan berdialog dengan tokoh masyarakat Lembata pada tanggal 26 November 2014 yang berlokasi di Hotel Palem”, jelas Alex. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top