Home / Hukrim / Kasus Yulius Weni, Diduga Kuat Syarat Rekayasa!
Kasus Yulius Weni, Diduga Kuat Syarat Rekayasa!

Kasus Yulius Weni, Diduga Kuat Syarat Rekayasa!

Kota, fajartimor.com-Kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi Sekolah Dasar  yang dialamatkan pada Yulius Weni, Guru Olahraga SD Inpres Perumnas I Kota Kupang, kuat dugaan syarat rekayasa.

Yulius Weni, sang guru olahraga, yang sedang menjalani masa penahanan di Rutan Penfui Kupang, terus mencari keadilan. Sekalipun hampir 9 bulan masa penahanan, usaha kerasnya untuk mendapatkan secuil perhatian atas rekayasa kasus yang dialaminya gencar dilakukan. Alasan sederhanya karena benar dirinya tidak melakukan perbuatan pelecehan kepada sejumlah siswi SD Inpres Perumnas I seperti yang dituduhkan.

Keputusan 3 (tiga) tahun lebih tehadap dirinya yang dijatuhkan Pengadilan Negeri kelas I Kupang, dirasakan sebagai yang tidak berkeadilan. Usaha hukum ke Mahkama Agung RI menjadi tumpuan akhirnya.

Data yang diterima Redaksi fajartimor.com, jelas terbaca jika kasus yang dituduhkan kepada Yulius Weni, Sang Guru Olahraga tersebut syarat dengan dugaan rekayasa. Dari sejumlah data baik format pernyataan siswi dan orang tua yang ditanda tangani diatas meterai 6000, dan data Audio (rekaman percakapan siswa ME dan Kepsek) jelas jelas memperlihatkan adanya dugaan rekayasa.

Ambil misal Pernyataan siswi SD Inpres Perumnas I atas nama Meri Eko (korban) anak dari Edmundus Talan yang beralamat di Jalan Ranamese III Kota Kupang, jelas terbaca bila kasus pelecehan yang dialamatkan kepada Yulius Weni adalah rekayasa sekolah. “Alasan Meri Eko mencabut laporan atau aduan di Kepolisian Sektor Kelapa Lima dengan nomor Laporan: LP/B/306/IX/2014, adalah karena dirinya benar tidak mendapatkan tindakan pelecehan atau pencabulan dari Bapak Yulius Weni sebagaimana keterangan yang diberikan sebelumnya dihadapan Polisi. Dan alasan lainya seperti yang terbaca pada format surat pernyataan yaitu bahwa satu hari sebelum kejadian ( hari Rabu ), dirinya ( Meri Eko ) dan sejumlah siswi anatara lain: Sandra Tali, Yane Ba’i, Belinda Ndun, Nadia Hajaweo, Puja Tuan, Neti Tanehe, Eta Labupili, Tasya Mitang, Desi Talan dan Yoka Sinlae saat proses belajar mengajar di sekolah tersebut usai, dikumpulkan kepala sekolah SD Inpres tersebut (Susana A Lelang), yang kemudian memberikan arahan agar segera melaporkan dugaan pelecehan seksual Guru Yulius Weni kepada orang tua masing masing, dengan harapan dugaan rekayasa kasus tersebut mendapat tanggapan orang tua wali siswi untuk selanjutnya di laporkan ke Aparat yang berwajib”.

Karena dugaan kriminalisasi terhadap Yulius Weni, sang guru olahraga yang kuat dugaan sudah dirajut jauh jauh hari, sejumlah alat bukti yang diajukan tertuduh (Yulius Weni) rupanya diabaikan Jaksa dan Hakim Pengadil.

Tak kehilangan arang, Yulius Weni tidak tinggal diam, belum lama ini, dirinya bersama pengacaranya melayangkan permohonan Kasasi ke Mahkama Agung Republik Indonesia, termasuk meminta perlindungan hukum ke Komisi Yudicial Jakarta dan Lembaga Ombudsman RI.

Informasi fajartimor.com, kasus pelecehan terhadap sejumlah siswi SD Inpres Perumnas I, yang dituduhkan kepada Yulius Weni, berawal dari kegiatan ekstra kurikulir (kegiatan latihan renang), yang dilakukan pihak sekolah pada minggu ke empat bulan Agustus 2014. Anehnya dugaan pelecehan tersebut baru dilaporkan pada bulan September 2014. Uniknya lagi, Yulius Weni Guru yang punya segudang prestasi di bidang olahraga tersebut sebelumnya tidak bersepaham dengan pihak sekolah terkait dengan sejumlah pengelolaan keuangan sekolah di luar regulasi. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top