Home / Berita utama / Kegiatan GPID dan SI BKPM NTT Tahun 2013 Senilai Rp 1,1 M Bermasalah
Kegiatan GPID dan SI BKPM NTT Tahun 2013 Senilai Rp 1,1 M Bermasalah

Kegiatan GPID dan SI BKPM NTT Tahun 2013 Senilai Rp 1,1 M Bermasalah

Kegiatan Gelar Promosi Potensi Daerah (GPID) dan Seminar Investasi (SI) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi NTT Tahun Anggaran 2013 diduga bermasalah karena pertanggungjawaban keuangannya banyak menggunakan nota kontan kosong.

Demikian diungkapkan Sumber fajartimor.com yang sangat layak dipercaya namun meminta namanya tidak disebutkan. Menurutnya, kegiatan GPID dan SI tahun 2013 dengan nilai sekitar Rp 1,1 milyar tersebut antara lain diselenggarakan saat iven Sail Komodi 2013 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di Jakarta dan di Timor Leste.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Promosi BKPM NTT itu bermasalah karena dari pertanggungjawaban dana sekitar Rp 1,1 milyar itu, banyak ditemukan nota kontan kosong. “Jadi dalam pertanggungjawabannya, pelaksana kegiatan banyak menggunakan nota kontan kosong,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap kegiatan yang dibiayai APBD NTT tahun 2013 tersebut, lanjutnya, menemukan lebih dari 30 nota kontan kosong. “Jadi ada notanya tapi berupa nota kontan kosong. Contohnya bukti belanja dekorasi pembuatan taman dan sewa bunga hidup saat kegiatan di Labuan Bajo, Manggarai Barat senilai Rp 3 juta berupa nota kontan kosong,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut sumber yang sudah banyak ‘makan garam’ ini, dalam pemeriksaan itu juga ditemukan sejumlah belanja yang tidak ada notanya tapi hanya berupa kuitansi pengeluaran uang dari bendahara kepada pelaksana kegiatan. ”Contohnya belanja publikasi media cetak dalam kegiatan tersebut senilai Rp 2 juta tidak ada notanya,” tandasnya.

Banyaknya penggunaan nota kontan kosong tersebut, jelasnya, mengindikasikan adanya manipulasi keuangan dalam kegiatan GPID dan SI tahun 2013.  “Belanja yang menggunakan nota kontan kosong itu tidak wajar dan tidak dapat dipakai sebagai pertanggungjawaban. Makanya jadi temuan pemeriksaan,” tegasnya.

Seperti diberitakan fajartimor.com sebelumnya, sejumlah kegiatan promosi pada Sail Komodo di Manggarai Barat dan perjalanan promosi ke Australia Bidang Promosi BKPM NTT disinyalir meninggalkan sederet manipulasi keuangan Negara. Inspektur Daerah Provinsi NTT, Drs. Paulus K. Limu yang hendak dikonfirmasi enggan menerima kehadiran wartawan Fajar Timor. Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Salem yang berhasil dikonfirmasi via telephon selular-nya mengatakan ketidaktahuan akan persoalan tersebut. “Saya tidak tahu persoalannya. Nanti saya cek dulu”, ucap Salem.

Sementara Kabid Promosi Badan Kordinasi Penanaman Modal, Regina Mambait yang berhasil ditemui fajartimor.com justru, mengarahkan wartawan media ini ke ruang kerja Kabid Pengembangan BKPM NTT, Kris Afulit. Menurut Afulit, temuan tersebut hanya sebatas pada kesalahan administrasi dan masih berupa Draft. “Itu kesalahan administratif. Tidak ada unsur kerugian Negara. Dan kalau adik mengatakan ada temuan Inspektorat, temuan itu masih bersifat Draft, belum LHP,” jelas Afulit diamini Regina Mambait. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top