Home / Daerah / Kembalikan Icon TTS, Perkesmasty Yogyakarta Tanam Anakan Cendana

Kembalikan Icon TTS, Perkesmasty Yogyakarta Tanam Anakan Cendana

SoE,fajartimor.com – Hari libur panjang bagi kebanyakan orang adalah waktu refreshing dan jalan-jalan ke tempat hiburan atau obyek wisata. Tapi tidak bagi persekutuan keluarga siswa mahasiswa SoE- Timor Yogyakarta (Perkesmasty). Generasi muda ini menghabiskan waktu liburnya di kampung halaman dengan melakukan berbagai kegiatan termasuk menanam anakan cendana. Pantauan fajar timor.com di lokasi Hutan Kota dan Arboritum Dinas Kehutanan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Senin (4/8), sedikitnya 20 anggota Perkesmasty yang di ketuai Dony Erasmus Tanoen,SE melakukan penanaman anakan cendana dilokasi setempat. Para mahasiswa dan mahasiswi tersebut diterima Kasie Perbenihan, Reboisasi dan Penghijauan Dinas Kehutanan Kabupaten TTS Marthen Natonis, SHut, MSi. Mereke pun difasilitasi dengan puluhanan anakan cendana guna di tanam diarea lokasi tersebut. Dony Tanoen kepada fajartimor.com dilokasi kegiatan mengatakan, sebagai kaum intelektual dan bagian dari warga Timor Tengah Selatan, pihaknya merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi mendukung berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Melalui organisasi Perkesmasty yang dirintis mantan Gubernur NTT Alm Piet A. Tallo,SH 28 silam kata Dony,pihaknya melakukan sejumlah kegiatan yang bertepatan dengan liburan panjang tahun ini. Kegiatan itu diantaranya, sanitasi air minum, penyuluhan dan pengobatan gratis,pembagian buku secara gratis bagi 48 SD,SMP dan SMA. Menurutnya, kegiatan –kegiatan yang dilakukan Perkesmasty tersebut dimotivasi rasa memiliki dan  kecintaan terhadap daerah Timor Tengah Selatan yang juga adalah kampung halamannya demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Saat ditanya komentarnya terkait populasi cendana di TTS yang kian hari kian menurun bahkan nyaris punah ia mengatakan, cendana sebelumnya merupakan icon daerah TTS. Namun kondisi eksploitasi yang berlebihan bahkan tidak mengesepankan aspek peremajaan kembali mengakibat icon cendana ini nyaris tinggal nama. Karena itu ia berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat TTS menyadari hal tersebut dan berupaya mengembalikan komoditi cendana ini melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan secara berkelanjutan. “Cendana TTS  memiliki aroma wangi yang khas dan tidak dimiliki daerah lain karena itu asset ini patut dijaga dan dilestarikan”,ungkapnya. Sementara Kasie Perbenihan, Reboisasi dan Penghijauan Dinas Kehutanan Kabupaten TTS Marthen Natonis, SHut, MSi kepada fajartimor.com secara terpisah  mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Perkesmasty. Baginya, elemen mahasiswa Perkesmasty telah memberi contoh yang positif melalui kegiatannya dalam mendukung program pembangunan didaerah. “ Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Perkesmasty ini karena memiliki relevanasi yang kuat dengan program pemba ngunan di daerah. Tentu kami siap memfasilitasi berbagai kebutuhannya  dilapangan”,tandas Marthen. Ia berharap elemen masyarakat  TTS lain dapat mengambil nilai positif dari kegiatan yang ada dan turut berperan serta dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten setempat. (ft/Klide)

About Bony Lerek

Scroll To Top