Home / Berita utama / Keperdataan Masih Di Tingkat Kasasi MA, Pengacara: Bebaskan Bonevantura Abunawan
Keperdataan Masih Di Tingkat Kasasi MA, Pengacara: Bebaskan Bonevantura Abunawan

Keperdataan Masih Di Tingkat Kasasi MA, Pengacara: Bebaskan Bonevantura Abunawan

Kupang, fajartimor.com – Kasus Penetapan Tersangka yang diikuti dengan Penangkapan dan Penahanan Camat Boleng Kabupaten Manggarai Barat, Bonevantura Abunawan, oleh Penyidik Polda NTT yang Surat Penangkapannya dikeluarkan di Kupang, pada tanggal 25 November 2019, disertai surat perintah penahanan pada tanggal 26 November 2019 dapat dikatakan sebagai proses penegakan hukum dengan cara melanggar hukum. Dan karena Hak Keperdataan Kesatuan Adat WA’U PITU GENDANG PITU TANA BOLENG di wilayah Mbehal, masih berproses ditingkat Kasasi MA, apalagi Klien kami Bonevantura Abunawan sangat tidak terkait dengan kasus pemalsuan yang dituduhkan pelapor Bonifasius Bola, maka kami minta segera dibebaskan oleh Penyidik Polda NTT.

Pernyataan tersebut tegas disampaikan Biyante, SH dan Rekan, Tim Pengacara yang ditunjuk Camat BONEVANTURA ABUNAWAN kepada sejumlah awak media di Kupang di salah satu area dekat Polres Kupang Kota, (setelah selesai membesuk Bonevantura Abunawan yang ditahan di sel tanahanan Polres setempat) Kamis, (28/11/2019).

Mbulang Lukas, SH yang sudah makan garam dengan urusan hukum perdata-pidana rupanya menyayangkan proses hukum yang dialamatkan kepada Klien mereka, Bonevantura Abunawan.

“Ini kan urusan laporan pemalsuan. Harusnya, yang dipanggil menghadap ke hadapan penyidik oleh pelapor ya mereka-mereka yang membubuhkan tanda tangan. Kan yang tanda tangan itu, Para Tua Golo (pemilik tanah ulayat) sebanyak 23 orang mengetahui Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula. Sementara Camat Bonevantura sama sekali tidak membubuhkan tanda tangannya?,” terang Lukas.

Yang unik lanjut Pengacara Lukas, Penangkapan dan Penahanan Tersangka Bonevantura Abunawan justru didasarkan pada dugaan membuat surat palsu yang diketahui pada bulan Oktober 2018 di Pengadilan Negeri Labuan Bajo-Manggarai Barat.

“Soal Pemalsuan surat, Penyidik seharusnya berpegang pada hasil uji pemalsuan yang dikeluarkan oleh Labfor Mabes Polri! Bukan berdasarkan temuan di Pengadilan Negeri Labuan Bajo? Kalau begini ya pertanyaannya ada apa ini?,” heran Lukas.

Lebih dari pada itu, Kasus Keperdataan Hak Ulayat yang ditandatangani para Tua Golo (Tokoh Adat Pemilik Ulayat) sebanyak 23 orang, diketahui masih terus berproses ditingkat Kasasi Mahkama Agung versus Pelapor Bonifasius Bola.

“Pelapor Bonifasius Bola kan diketahui kalah ditingkat Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Banding di Pengadilan Tinggi Kupang, yang bersangkutan kalah. Kini lagi Kasasi di Mahkama Agung!,” ungkap Lukas.

Seturut Peraturan Mahkama Agung nomor : 1 Tahun 1956, pasal 1 dan 2 mensyaratkan jika proses keperdataan lagi berjalan maka yang jelas proses pidananya harus dikesampingkan.

“Ini memang proses hukum yang sah. Tapi hemat kami ini namanya proses hukum yang dilakukan dengan cara melanggar hukum. Atas sejumlah alasan hukum yang kami ketahui dan sampaikan apalagi klien kami Bonevantura Abunawan tidak terkait dengan dugaan pelanggaran pemalsuan seperti yang dituduhkan, maka sebagai kuasa hukum kami  meminta agar klien kami segera dibebaskan,” saran Lukas.

Data fajartimor, 23 Tua Golo yang membubuhkan tanda-tangannya diatas meterai demi mempertahankan Hak Tanah Ulayat di Wilayah Mbehal pertanggal 29 Agustus 2018  yang juga diketahui Bupati Manggarai Barat (tanda-tangan basah, red) yang hingga kini kasusnya masih berlanjut di tingkat Kasasi MA antara lain : Tua Golo Mbehal, Aleksius Makung, Tua Golo Tobodo, Lorensius Tarun, Tua Mukang Rai, Hubertus Hamun, Tua mukang Pungkang, Aloysius Nasus, Tua Riang Rangko, Semahi, Tua Mukang Rempo/Sita, Darius Da, disaksikan Tua Golo Gendang Ulayat sekitar Ulayat Mbehal antara lain : Tua Golo Ulayat Gendang Mbuit, Theodorus Pingku, Tua Golo Legam /Turem, Hamja, Tua Golo Ulayat Gendang Lada/Ngaet, Lorensius Mole, Tua Golo Ulayat Mbehel, Saverius Harten, Tua Golo Ulayat Nggieng/Sepang, Nikolaus Todo, Tua Golo Betong, Stef Usman, Tua Golo Hento, Andreas Agul, Tua Golo Kondo, Thomas Sudin, Tua Golo Mberheleng, Kosmas Tie, Tua Golo Lando, Abdulah, Tua Golo Leka Tun, Aleksius Bandang, Tua Golo Sangkang, Ahmad Husen, Tua Golo, Golo Nampar, Herman Sari, Tua Golo Semaru, Ignasius Selama, Tua Golo Ka’ung, Leonardus Ludung, Tua Golo, Mbora, Mathias Nalu dan Tua Golo Kokor, Bene Bet. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top