Home / Berita utama / Lagi. Alex Nomleni, Remehkan Polsek KiE
Lagi. Alex Nomleni, Remehkan Polsek KiE

Lagi. Alex Nomleni, Remehkan Polsek KiE

SoE, fajartimor.com – Alexander Nomleni, Tersangka Dugaan Penipuan yang dilaporkan Pelapor Yohanes Muali terus berulah dan meremehkan surat panggilan dari Kepolisian Sektor KiE.
Faktanya, Surat panggilan menghadap dengan Nomor: SP-GL/03/11/2020/SEK KIE yang ditujukan kepada saudara Alexsander Nomleni dengan pertimbangan untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan tindak Pidana yang perlu di lakukan tindakan Hukum dengan dasar pasal 7 ayat(1)huruf g, pasal 11, pasal 112 ayat 2 dan pasal 113 KUHAP dan Undang-undang Kepolisian Nomor 02 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Repoblik Indonesia sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/24/X2019/ Sektor KiE tanggal 30 oktober 2019, yang ditanda tangan Kapolsek KiE, Inspektur Polisi Satu, Marthen Talan, NRP.62070743 selaku Penyidik, ditolak yang bersangkutan ( Alexander Nomleni, red).
Pengakuan tersebut disampaikan petugas kamtimas(linmas) Desa Oinlasi Amanuban, Marten Missa kepada Fajartimor.com di kediaman kepala Desa Oinlasi Amanuban sekira pukul 06:30 wita.
Dikatakan, dirinya mendatangi kediaman Alexasander Nomleni untuk mengantarkan surat panggilan menghadap dari polsek KiE tetapi yang bersangkutan menolak Dan tidak mau Manerima surat tersebut.
“saya (Alexasander Nomleni, Red) tidak mau terima surat itu, kau bawa pulang atau mau simpan dimana itu urusan kamu, saya tidak terima”.ungkap Missa menirukan penolakan Alexasander Nomleni.
Mendapat penolakan dari Alexander Nomleni, Marthen Missa kemudian mendatangi kediaman Kepala Desa, Yeremias Nomleni dan menjelaskan kehadirannya di rumah Alexander Nomleni.
Menurutnya pemanggilan terhadap Alexasander Nomleni dengan alamat Desa Oinlasi Amanuban Kecamatan KiE Kabupaten TTS hadir di kesatuan Reskrim polres TTS, ke hadapan Penyidik, BRIPKA JONATHAN NAITBOHO dan tiem pada hari Rabu tanggal 05 Februari pukul 09:00. Wita, guna didengar keterangannya sebagai tersangka dalam perkara Tindak Pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 378 KUHP.
“Sebagai aparat Keamanan dalam kampung, saya hanya menjalankan perintah. Dan ketika ditolak yang bersangkutan ya saya perlu melaporkan hal tersebut untuk selanjutnya ditindaklanjuti,” jelas Missa.
Menanggapi penolakan surat panggilan dari kepolisian sektor KiE, tokoh masyarakat desa Oinlasi Amanuban yang juga berada di kediaman Kepala Desa justru heran dan menekankan agar Kepolisian Sektor KiE segera mengambil langkah hukum preventif.
“Ini perbuatan melawan hukum dan nyata-nyata merupakan sebuah tindakan pelecehan. Perbuatan dan tingkah laku dari Alexasander Nomleni sangat tidak terpuji. polisi saja tidak dia dengar dan temehkan? apa apalagi kami masyarakat kecil? Saran saya, pihak keamanan secepatnya mengambil tindakan, dan bila perlu segera dikeluarkan surat panggilan sekaligus surat penangkapan agar kedepan menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat,” Sarannya.(Ft/Dion)

About Bony Lerek

Scroll To Top