Home / Berita utama / Lagi, Trup Dikuasai Oknum TY?
Lagi, Trup Dikuasai Oknum TY?

Lagi, Trup Dikuasai Oknum TY?

Kupang, fajartimor.com-Rekayasa kegiatan pengadaan di Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur, menjadi stigma proyek yang sudah menjamur. Dari tahun ke tahun dalam setiap tahun anggaran berjalannya (TA.2016) Oknum TY, diduga kuat ikut menguasai TRUP.

Tanda Registrasi Usaha Perbenihan (TRUP), sangatlah dekat dengan pemahaman akan peningkatan ketersediaan bibit (anakan) baik jagung, Kakao, pala, kopi, cengke, kelapa dan lain sebagainya, yang bermutu secara genetis, fisik, fisiologi dan berkesinambungan, juga ramah lingkungan. Namum faktanya, kualitas dan kuantitas para penangkar bibit, benih ataupun anakan di Nusa Tenggara Timur, justru terus saja dihambat oknum tertentu (TY, red) di Dinas setampat, yang sangat tidak peduli akan usaha memfasilitasi penangkar menjadi penangkar yang mandiri, berorientasi pasar, disiplin, bekerja keras, mampu menghadapi resiko usaha dan bekerja sama bahkan mampu berkompetisi, jelas Sumber fajartimor belum lama ini.

Menurutnya, Penguasaan TRUP yang diduga keras dilakukan oknum TY, jelas berakibat pada adanya kesenjangan usaha diantara para penangkar.

contoh budidaya varietas kopi unggul. (foto/dok.insert)

contoh budidaya varietas kopi unggul. (foto/dok.insert)

“Dengan disabotasenya TRUP pengadaan benih (bibit dan anakan) pertanian, maka usaha para penangkar akan surut dan tidak kompetitif. Itu berarti hanya ada penangkar tertentu yang diperhatikan dengan jaminan donasi ke oknum TY, yang bisa dibilang sangat menggiurkan”, ungkapnya.

Praktek nakal penguasaan TRUP katanya, telah mengakar dan seolah tidak dapat tersentuh. Oknum TY, rupanya terus berkelana dengan pola monopoli TRUP tanpa ada yang bisa menghadang sekaligus menghentikannya.

“Ketika diperhadapkan pada urusan kegiatan pengadaan benih (bibit/anakan), hal yang sulit dan cukup membebani pihak ketiga adalah masalah Tanda Registrasi Usaha Perbenihan (TRUP). Bila sampai pada urusan TRUP, pengusaha yang bukan orang dalam biasanya angkat tangan lalu angkat kaki dan vaia condios alias cari lain.Begitu ade”, terangnya.

Investigasi fajartimor, Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur, tidak dapat menunjukkan secara detail data Penangkar baik dari segi kualitas dan kuantitas yang tersebar hampir di semua kabupaten/kota. Sementara disatu sisih, perkiraan kebutuhan benih nasional sudah mencapai 250 juta butir dengan luasan 1,2 juta ha. Khusus Nusa Tenggara Timur, perkiraan kebutuhan benihnya berapa banyak butir dengan luasan ketersediaan lahan pertanian berapa ratus ribu hekto are. Belum lagi soal kebutuhan SDM, sarana produksi perkebunan seperti ketersediaan pupuk, alat berat dan lainnya.

Yang terkuak adalah usaha monopoli TRUP tanpa memberi kesempatan kompetitif bagi para penangkar dan pihak ketiga yang ikut memberi nilai plus atas usaha pemerintah dalam rangka membangun batasan intensifikasi pertanian dan perkebunan yang berdaya arti juga memiliki daya saing yang berkesinambungan.

TY, yang dikonfirmasi fajartimor, terkait tuduhan dugaan penguasaan TRUP, tidak dapat dihubungi. Hp yang bersangkutan diluar jangkauan (Veronika). (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top