Home / Korupsi / Lamban Tangani Kasus Bupati Alor; FAK Desak Kejagung Copot Kajati NTT
Lamban Tangani Kasus Bupati Alor; FAK Desak Kejagung Copot Kajati NTT

Lamban Tangani Kasus Bupati Alor; FAK Desak Kejagung Copot Kajati NTT

Kupang, fajartimor.com-Forum Anti Korupsi Alor (FAK), mendesak Kejagung untuk segera mencopot Kejati NTT, yang terkesan lamban dan mengabaikan keterlibatan Bupati Alor pada sejumlah kasus proyek di Kabupaten Alor.

Dugaan keterlibatan Bupati Alor pada sejumlah pekerjaan proyek di kabupaten Alor yang terkesan diabaikan kejati NTT, mendapat protes keras Forum Anti Korupsi Alor (FAK). Seperti disaksikan fajartimor.com, ratusan pemuda Alor yang tergabung dalam forum tersebut melakukan aksi protes dengan menggelar demo di pelataran kantor Kejaksaan Tinggi NTT (10/7). Abdullah Apa koordinator aksi dalam orasinya mengatakan dugaan keterlibatan bupati Alor berupa adanya dugaan penerbitan Memo kepada Panitia Proyek, untuk memuluskan CV. Nurhalida. Pembangunan Pelabuan Bakalang. proyek MBR Wolibang di kecamatan Kabola Alor. Proyek Peningkatan Jalan Pantar di Baranusa-Beangonong dan dugaan Gratifikasi, adalah sejumlah kasus yang sudah ditangani aparat penyidik Kejaksaan dan terkesan diabaikan.

“Sebagai pemuda Alor yang cinta tanah air, kami sangat paham dengan kondisi daerah. Ada dugaan penerbitan Memo Bupati untuk CV. Nurhalida kepada Panitia Proyek. Ada dugaan penyalahgunaan wewenang terkait dengan pembangunan pelabuan bakalang. Ada dugaan korupsi pekerjaan proyek MBR di Wolibang kecamatan Kabola Alor, dan dugaan korupsi proyek pekerjaan peningkatan Jalan Pantar di Baranusa- Beangonong yang tidak sesuai Spek dan keluar dari semangat kontrak dan yang melibatkan Direktris Enny Anggrek. Namun jangankan disentuh ditetapkan sebagai tersangka saja tidak. Ada apa dengan lembaga hukum ini”, urai Abdulah.

Dikatakan nyanyian berantas korupsi. Koruptor adalah musuh negara dan musuh bersama. Harus diberangus. Hanyalah jargon jargon murni. Buktinya Alor penuh dengan petaka intervensi yang berujung korupsi. “Kami sudah berulang kali melakukan aksi protes. Dan ini sudah di titik nadir. Karena itu FAK meminta dengan sangat kepada Kejaksaan Agung RI untuk segera mencopot Kejati NTT”, tegas Abdulah (ft/semar)

About Bony Lerek

Scroll To Top