Home / Berita utama / Lapen Desa Anin Tanpa Pekerjaan Agregat?
Lapen Desa Anin Tanpa Pekerjaan Agregat?

Lapen Desa Anin Tanpa Pekerjaan Agregat?

SoE, fajartimor.com – Lazimnya Pekerjaan Lapen, harusnya didahului dengan Pekerjaan Agregat A dan Pekerjaan Agregat B. Uniknya, Pekerjaan Lapen, Jalan Desa Anin Tahun Anggaran 2019 diduga tidak didahului dengan Pekerjaan Agregat dimaksud.
Memang benar Pekerjaan Lapen, Jalan Desa Anin, sama sekali tidak ada pekerjaan timbunan Agregat A dan pekerjaan Agregat B jelas Warga Anin kepada fajartimor.com belum lama ini.
” Setelah pekerjaan Galian dan pekerjaan Tanah, kami tidak melihat adanya pekerjaan timbunan berupa hamparan pekerjaan Agregat A da B,” jelasnya yang tidak ingin namanya dipublikasi.
Kalau tidak ada pekerjaan Agregat A dan B kata sumber tersebut, pertanyaannya, anggarannya dikemanakan?
“Yang kami liat di lapangan saat pelaksanaan pekerjaan, setelah pekerjaan galian dan pekerjaan Tanah, langsung diikuti dengan gilas sekadarnya dan kemudian dihampar batu 5-7cm, berbarengan dengan batu pokok 3-5 cm. Kalau begini model kerjanya, anggaran pekerjaan Agregat A dan B dikemanakan?
Atau jangan- jangan anggaran tersebut disunat dan masuk ke kantong mereka- mereka yang berkepentingan?,” kesalnya.
Warga lanjutnya, tidak pernah tahu, seperti apa model RAB dan Spesifikasi kerja. Namun normalnya, yang namanya pembukaan jalan baru, lalu diikuti dengan pekerjaan Lapen, wajib hukumnya didahului dengan pekerjaan fondasi bawah berupa pekerjaan Agregat A dan pekerjaan Agregat B.
“Jika dua jenis pekerjaan tersebut tidak ada, Biaya angkutan dan kubikasinya dikemanakan? Belum lagi biaya hampar dan gilas! Ini fakta baru yang baru saya alami,” terangnya.
Dirinya berharap pemerintah Kabupaten TTS, segera respek dan menurunkan tim khusus untuk memeriksa kondisi fisik pekerjaan Lapen tersebut.
“Setelah mendapat laporan publik, ya pemerintah kabupaten harusnya respek dengan menurunkan tim khusus untuk memeriksa kondisi fisik pekerjaan tersebut. Kasihan rakyat Anin. Sudah tertinggal ditinggalkan terus. Miris saja,” umpatnya.
Untuk diketahui, Pekerjaan Lapen pada Jalan Baru selalu dimulai dengan Pekerjaan Galian lalu Pekerjaan Tanah ( pembersihan akar tumbuhan dan lainnya), kemudian Gilas (pemadatan). Pekerjaan selanjutnya yakni timbunan Agregat A, dihampar lalu Gilas ( pemadatan). Ikutan dari pekerjaan tersebut yaitu pekerjaan Agregat B, ditimbun, dihampar kemudian digilas (pemadatan).
Informasi media ini, Walas yang digunakan tidak mampu melakukan aktifitas gilas karena kemiringan tanah (pendakiannya terlalu tinggi). Saat diganti dengan walas bertonase kecilpun, aktifitas gilas (pemadatan) tidak bisa dilakukan. Walas tersebut justru ikut didorong puluhan warga karena tidak mampu gilas di lokasi jalan mendaki.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Anin, Nahason Banunaek, Pengawas pekerjaan dan Konsultan Teknik, belum bisa dimintai keterangannya. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top