Home / Hukrim / Luar Biasa, Sejumlah Siswa Saksi Kasus Yulius Weni, Diajar Berbohong?
Luar Biasa, Sejumlah Siswa Saksi Kasus Yulius Weni, Diajar Berbohong?

Luar Biasa, Sejumlah Siswa Saksi Kasus Yulius Weni, Diajar Berbohong?

(Yulius Weni bersama sejumlah siswa SD I Perumnas I, ketika melakukan praktek penyeberangan di sungai dengan menggunakan tali.foto/dok.sekolah)

Kota, fajartimor.com-Hukum Tuhan: “Jangan Bersaksi Dusta Terhadap Sesama Manusia Secara Tidak Adil”, rupanya tidak mempan di SD Inpres Perumnas I Kota Kupang. Karena belum lama ini sejumlah siswa saksi kasus Yulius Weni diajar berbohong dan bersaksi dusta.

Adagium Guru kencing berdiri dan murid kencing berlari (Guru hendaknya memberi contoh yang baik, supaya muridnya baik pula), rupanya tidak layak dialamatkan pada unit SD Inpres Perumnas I Kota Kupang.

Fakta bahwa Stigma, pelecehan seksual yang dialamatkan kepada Yulius Weni, sang guru olahraga yang baik itu justru diduga kuat direkayasa Susana Albertina Lelang, sang Kepala Sekolah.

Bertempat di rumah keluarga Gati/Weni Minggu (19/7), fajartimor.com disuguhkan sederet kritikan jika sejumlah siswa yang diarahkan Susana Albertina Lelang untuk mencelakakan Yulius Weni, tidak secara cermat memberikan kesaksiannya atas kebohongan yang sudah diajarkan sebelumnya.

Ambil misal, semua siswa yang mengaku dilecehkan termasuk yang melihat, tidak mengetahui secara persis, hari dan tanggal kejadian pelecehan seksual seperti yang dituduhkan pada yulius Weni, di bulan Agustus 2014, baik di Kolam Renang, maupun di Sekolah. “ini khan jelas jelas ada rekayasa untuk mencelakakan Yulius Weni”, tuding keluarga.

Pada hal bila dicermati, kemampuan mengingat (memori) seorang anak dibawah umur 15 tahun, lebih kuat dari kemampuan mengingat orang dewasa pada umumnya. “hemat kami mengingat kemudian melapor, harus juga disertakan dengan bukti bukti akurat. Karena sepanjang yang kami tahu, terkait kasus pidana, soal bukti permulaan yang cukup terdiri dari dua atau tiga alat bukti. Sementara bukti yang dipakai untuk menjerat saudara kami Yulius Weni, hanyalah pengakuan pengakuan dari para siswa saksi petunjuk. Pertanyaannya, Undang undang nomor: 2 tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia apakah hanya mengatur tentang pengakuan atau juga mengatur tentang hal prinsip berupa bukti bukti sebuah tindak pidana dalam menjerat seseorang?”, kesal keluarga.

Dikatakan, dugaan adanya rekayasa kasus Yulius Weni, jelas jelas dibuktikan dengan  percakapan Susana Albertina Lelang dan Mery Eko Cs. Karena tidak ingin terus berbohong Mery Eko, secara diam diam merekam percakapan tersebut. Dan hasil rekaman percakapan itu diberikan kepada keluarga Yulius Weni. “Kami sudah terima rekaman percakapan Mery Eko Cs dengan Kepsek Susana Albertina Lelang. Salah satu Konten percakapannya, jelas jelas menekan Mery Eko Cs, untuk tidak menarik laporan polisi”, tegas Keluarga.

Ditambahkan, Semua bukti bukti rekayasa itu sudah keluarga dan pengacara serahkan kepada Jaksa penuntut Umum, Lasmaria Siregar SH. Namun uniknya di fakta persidangan dengan putusan pengadilan nomor: 303/Pid.Sus/2014/PN.Kpg, bukti bukti tersebut tidak disertakan.

Data fajartimor.com, bukti adanya rekayasa kasus pelecehan yang dialamatkan pada Yulius Weni, yaitu: Susana Albertina Lelang, tidak mengakui adanya kegiatan exkra kurikuler di SD Inpres Perumnas I Kota Kupang. Pada hal kegiatan tersebut adalah merupakan program pemerintah yang diimplementasikan di sekolah. Dan berkat tangan dingin Yulius Weni, Mery Eko termasuk salah satu siswa berprestasi di sekolah. Selain itu, ada pengakuan dari Mery Eko Cs, bila sebelumnya mereka diarahkan ibu Susana Albertina Lelang (Kepsek), untuk memberikan keterangan palsu kepada orang tua wali, kalau dirinya (Mery Eko Cs), dicabuli  (ramas susu, pegang pantat), oleh Yulius Weni, untuk selanjutnya adrenalin orang wali dipacu, dan kasus ini dapat dilaporkan ke Pihak Aparat (Polisi). Pengakuan Mery Eko Cs, tersebut justru tertuang dalam Surat Pernyataan Penarikan Laporan Polisi yang ditandatangani diatas meterai Rp 6000, yang juga disaksikan orang tua wali masing masing. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top