Home / Berita utama / Magdalena Nomleni Tefa Cs. Dipastikan Akan Diperiksa Terkait Berita Hoax
Magdalena Nomleni Tefa Cs. Dipastikan Akan Diperiksa Terkait Berita Hoax

Magdalena Nomleni Tefa Cs. Dipastikan Akan Diperiksa Terkait Berita Hoax

SoE, fajarTimor.com – Fitnah dan tuduhan persekongkolan yang dialamatkan pada Lembaga Kepolisian Sektor KiE, Kecamatan KiE-Kabupaten TTS dan Lembaga Pemerintahan Desa Oinlasi KiE serta Pelapor Yohanis Moali yang dilakukan Magdalena Nomleni Tefa Cs. yang disebar di Medsos pada 3 Desember 2019 siap dilidik Penyidik Kepolisian Sektor KiE.

Tuduahan

Fitnah dan tuduhan persekongkolan yang dialamatkan kepada Polsek KiE, Pemerintah Desa Oinlasi dan Pelapor Yohanes Moali

Penegasan tersebut disampaikan Kepolisian Resort Kabupaten TTS AKBP Ariasandy, S. I. K melalui Kapolsek KiE IPTU Marten Talan kepada FajarTimor.com melalui telp selulernya sabtu 29/02/2020.
Menurutnya, terkait Pencemaran nama baik institusi Kepolisian di media sosial (fb) pada 3 December 2019 yang dilakukan oleh Magdalena Tefa Cs, Kepolisian Sektor KiE sudah memastikan akan memanggil yang bersangkutan (Magdalena Cs, red) untuk didenagarkan keterangannya sebagai saksi pada senin 02/03/2020.
” Saya selaku kapolsek KiE telah berkoordinasi dengan kasatreskrim polres TTS untuk memanggil Magdalena Tefa Cs. guna diperiksa dan didengarkan keterangannya sebagai saksi dalam dugaan kasus berita hoax yang dialamatkan pada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia,” terang Marten Talan
Dikatakan, tugas polisi itu jelas, menjaga, melindungi Dan mengayomi termasuk responsif atas kejadian yang terjadi di tengah masyarakat.global. Terkait pemberitaan yang dilayangkan di medsos pada 3 desember 2019 oleh Magdalena Tefa dan anaknya merupakan perbuatan melawan hukum dan ini harus ditindak Tegas.
“Fitnah dan tuduhan persekongkolan yang dialamatkan kepada Polsek KiE, Pemerintahan Desa Oinlasi KiE dan Pelapor Yohanis Moali yang dimuat pada 3 December 2019 di laman akun Theny Nomleni, jelas merupakan fitnah kejam dan penyebaran informasi hoax. Anda bisa baca hasil screenshootnya yang kurang lebih menuduh pemerintah Desa, Kapolsek KiE dan Yohanis Muali, bersekongkol untuk memaksa Alexander Nomleni menanda tangani surat penyerahan hak atas tanah yang sudah dibeli oleh Yohanis Muali. Uniknya lagi Polsek KiE dituduh memaksa untuk mengukur Tanah yang sudah dijual tatkala Alexander Nomleni lagi ditahan di sel tahanan atas laporan penipuan yang dialamatkan kepada yang bersangkutan (Alex Nomleni, red),” jelas Marthen Talan.
.Kesepakatan yang diikuti dengan penandatangan berita acara perdamaian lanjut Kapolsek Talan, oleh keluarga Alexasander Nomleni dan istrinya Magdalena Tefa itu tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Penandatanganan damai, istrinya juga ikut menyaksikan Sementara pengukuran Tanah yang sudah dijual kepada Yohanis Moali disaksikan oleh Magdalena Tefa. Dan itu Ada bukti rekamannya.

“Kalau faktanya seperti itu? Pertanyaannya? pihak Pemerintah Desa dan pihak keamanan polsek KiE melakukan tindakan melawan hukum yang mana? Dan karena Lembaga (Unit) Polsek KiE telah dicemarkan namanya maka tindakan hukumnya ya
Polsek KiE melalui Penyidiknya akan memanggil Magdalena Tefa Cs. untuk diperiksa dalam dugaan kasus berita hoax yang dialamatkan pada institusi Kepolisian Negara Repoblik Indonesia,” tandas Marthen Talan.
Sementara salah satu Toko pensiunan polri di TTS Daniel Dael mengatakan, pemberitaan yang tayangkan di medsos (fb) pada 3 December 2019 silam adalah perbuatan melawan hukum, Dan itu harus diproses hingga tuntas, Karena perbuatan itu sangat meresahkan institusi kepolisian RI.
“Sebagai Purnawirawan Polri, saya justru kecewa dengan perlakuan Magdalena Cs. Ini serangan yang keji. Dan saya sarankan periksa yang bersangkutan dengan Undang – undang ITE. Siapa itu Magdalena Tefa, kok berani sekali? Siapapun dia, bagaimanapun dia dan dibelakang dia ada siapa, proses hukum saja,” geram purnawirawan polri tersebut (ft/dion)

About Bony Lerek

Scroll To Top