Home / Berita utama / Maria Magdalena Bifel, Pemimpin itu Harus Mengakar dan Mengikat
Maria Magdalena Bifel, Pemimpin itu Harus Mengakar dan Mengikat

Maria Magdalena Bifel, Pemimpin itu Harus Mengakar dan Mengikat

Kupang, fajartimor.com-Sejatinya, seorang pemimpin itu harus bisa memaklumkan dirinya secara apa adanya, sehingga dia pun kemudian dapat diterima rakyat kebanyakan juga kalangan menengah dan elit.

Ada, mendengar dan merasakan seluruh persoalan rakyat lalu menemukan jalan keluarnya sambil memkomunikasikan persoalan tersebut kepada pimpinan yang lebih tinggi kebijakannya seyogyanya menjadi spirit seorang pemimpin, kata Maria Magdalena Bifel, salah seorang pejabat elit (pns aktif) DKI Jakarta asal TTU tersebut, ketika berbicara kepada fajartimor belum lama ini.

Maria Magdalena Bifel, berkesempatan berkunjung, dan berbagi kasih dengan sejumlah anak anak pinggiran yang ditampung Panti Asuhan Mekar Sari Depok

Maria Magdalena Bifel, berkesempatan berkunjung, dan berbagi kasih dengan sejumlah anak anak pinggiran yang ditampung Panti Asuhan Mekar Sari Depok. (foto/dok.fajartimor)

Menurutnya, pemimpin itu sedapat mungkin mengakar ditengah persoalan kemasyarakatan yang kompleks tanpa memandang rendah derajat, strata dan status social.

“Dekat dengan rakyat, mendengar keluh kesah mereka, memotivasi, mendorong dan memberikan jalan keluar berupa pemecahan persoalan yang dihadapi sudah menjadi bagian dan tanggungjawab besar seorang pemimpin”, jelas Maria.

Tindakan spontan seorang pemimpin ucap Maria, yaitu selalu ada ditengah rakyatnya, dengan selalu menjauhkan diri dari motivasi temporer. Pembicaraan dari hati ke hati (problem resolving aproach) dengan rakyat yang senantiasa diterjang badai kemiskinan dan kebodohan adalah hal yang menjadi keutamaan motivasi seorang pemimpin.

“Sebenarnya pemimpin itu pelayan dan hamba rakyat. Hati, pikiran, perkataan dan perbuatannya dibuka seluas luasnya demi dan untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Banyaknya persoalan kemasyarakatan yang membumi (masalah keterbelakangan, kemiskinan akan pengetahuan yang berujung rendahnya daya saing) layaknya situasi dan kondisi disimpang jalan, justru mengharuskan sang pemimpin lebih sigap dan berani mengambil keputusan bijak”, terang Maria.

Dititik ini, komunikasi vertical yang sifatnya mengikat keatas lanjut Maria, menjadi poin penting yang sepantasnya, dipunyai seorang pemimpin. Sebab kompleksitas persoalan rakyat itu pun sudah merupakan bagian dari tanggungjawab daerah dan pusat.

“Setelah mengetahui persoalan rakyat yang didengarkan dan dirasakan langsung, selain dijawab dengan kemampuan daerah, sang pemimpin pun berkewajiban meminta dukungan dan intervensi dari pusat atau yang lebih tinggi kebijakannya”, aku Maria.

Itu berarti, ujar Maria, komunikasi cerdas dan kedekatan seorang pemimpin baik dengan kalangan menengah dan elit (provinsi dan pusat) sudah menjadi sebuah keharusan yang mutlak.

“Interaksi aksi (pembicaraan) yang meyakinkan dan mengikat harus menjadi perwujudan nyata seorang pemimpin dalam menjawab tantangan persoalan rakyat yang dibelanya. Jadi pemimpin itu, harus bisa diterima rakyatnya (mengakar ke bawah) dan harus bisa mendapatkan perhatian pusat plus para stakeholder (mengikat ke atas).

Maria Magdalena Bifel, juga memberi perhatian dan bantuan kepada anak anak di Panti Asuhan Sonaf Manekan di Kupang-NTT. (foto/dok.fajartimor)

Perhatian dan bantuan yang sama pun diberikan Maria Magdalena Bifel, kepada anak anak di Panti Asuhan Sonaf Manekan di Kupang-NTT. (foto/dok.fajartimor)

Ditambahkan Maria, Semangat pelayanan seorang pemimpin sepatutnya diimbangi dengan kecintaan yang besar kepada rakyat tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan.

“Melayani dengan penuh cinta dan keiklasan akan menghindarkan seorang pemimpin dari pola pandang yang sempit dan sekular. Kecintaan kepada rakyat yang dipernyatakan seorang pemimpin harus betul keluar dari sebuah perwujudan diri tanpa polesan kepentingan sementara. Sederhananya, pemimpin yang melayani rakyatnya dengan cinta yang besar, akan diterima oleh semua kalangan ”, pungkas Maria. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top