Home / Berita utama / Maria Magdalena Bifel, Selalu Menyadari Kehadiran Allah di Setiap Perjuangan hidup
Maria Magdalena Bifel, Selalu Menyadari Kehadiran Allah di Setiap Perjuangan hidup

Maria Magdalena Bifel, Selalu Menyadari Kehadiran Allah di Setiap Perjuangan hidup

Fajartimor.com-Keinginan yang kuat dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang luar biasa dalam hidupnya butuh ketekunan dan kerja keras. Akan tetapi ketekunan dan kerja keras tanpa menyadari kehadiran Allah, akan menjadikan sesuatu itu mustahil adanya.

“Invitor aut non, Deus semper in aperibus nostris est, (Diundang atau tidak, Allah selalu hadir dalam setiap pekerjaan kita)”, telah menjadi roh dan daya dorong yang berkekuatan besar bagi seorang Maria Magdalena Bifel.

Seluruh capaian usaha dan karya yang dilandasi filosofi; “Saya Bisa”, justru dimaknai sebagai bukti keterlibatan karya besar Ilahi dalam dirinya dan keluarga.

“Terkadang, orang salah mengartikan bila keberhasilan usaha dari seseorang karena campur tangan dan tekanan situasi serta ratio kondisi ekonomi secara tertentu. Sementara pada kondisi tertentu, orang tidak pernah menyadari keterlibatan dan kehadiran Allah pada seluruh aktifitas pekerjaannya”, jelas Maria.

Pendapat Umum (Commen sense), bahwa kesadaran akan kehadiran Allah pada setiap pekerjaan manusia, adalah sesuatu yang tidak perlu diulang pemberitahuannya. Namun bagi Maria, kesadaran akan kehadiran Allah pada setiap kesuksesan pekerjaan harus dihayati dan dimaknai oleh setiap manusia sebagai bukti keberpihakkan Tuhan.

“Allah memberikan kemampuan unik kepada manusia untuk saling mengasihi dan bukan untuk saling menguasai. Simplenya, ketika anda dikasi lebih oleh Tuhan, bagikan sedikit kelebihan anda kepada dia yang berkekurangan. Begitu!”, kata Maria.

Kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap pekerjaan lanjut Maria, membawa seseorang pada keadaan bersyukur dan berterima kasih.

“kerap kali orang banyak melakukan pujian, syukur dan terima kasih kepada Tuhan manakala telah mencapai target usahanya. Padahal pujian, syukur dan terima kasih kepada Tuhan, semestinya dilakukan tatkala saat dan sedang melakukan pekerjaan pekerjaan kita. Dengan demikian pada kondisi tertentu, orang tidak saja terbawa pada pola paham seturut ritus, tapi secara perlahan tumbuh kesadaran bahwa sebenarnya Allah selalu hadir dan berkarya bersama seluruh realita pekerjaan manusia”, terang Maria.

Bahwa berdoa dan meminta campur tangan Ilahi, pada seluruh aktifitas kita, tambah Maria, adalah hal yang mutlak. Namun sepatutnya muncul dari sebuah kesadaran yang tanpa dipaksa.

“Dengan berpedoman pada pendapat “Invitor Aut Non, Deus Semper Aperibus Nostris Est”, Saya sadar benar bahw sekalipun diundang atau tidak, Allah selalu hadir dalam setiap pekerjaan saya. Dan Itu berarti harus enjoi menantang zaman dong”, pungkas Maria. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top