Home / Berita utama / ‘Marianus Sae Anak Kandung Orang Timor’
‘Marianus Sae Anak Kandung Orang Timor’

‘Marianus Sae Anak Kandung Orang Timor’

SoE, fajartimor.com – Marga ‘Sae’ yang melekat dibelakang nama Marianus Sae calon Gubernur NTT sebenarnya membuktikan bahwa Sae sebagai Marga besar di Flores adalah anak kandung orang Timor.

Secara kasat mata rumah adat di daerah dawan banyak yang sudah hilang seiring penyebaran agama. Namun ada juga suku tertentu di dawan yang masih meninggalkan rumah adat (Lopo) untuk kepentingan seremoni adat. Satu yang tidak bisa hilang sekalipun dibawa tekanan arus informasi yakni tutur sejarah keturunan (Silsilah Keturunan) atau bahasa lokalnya dikenal dengan istilah ‘Lais Mafefa’, Jelas Meo Timor, Daniel Aleksander Taneo kepada fajartimor, Jum’at (01/12/2017).

Menurutnya Tutur Sejarah sebenarnya tidak segampang orang membalik telapak tangan. Tidak semua orang bisa fasih dalam bertutur soal silsilah keturunan.

“Orang yang mendengar darasan tutur lalu menceritakan kepada orang lain tidak akan sama dengan orang yang secara alamiah mendapatkan kemampuan menyampaikan soal silsilah keturunan seseorang berdasarkan kesukuan dan atau marganya”, jelas Taneo.

Memang sepanjang ini katanya banyak orang yang secara tiba tiba tampil di depan umum sambil mengatakan bahwa dirinya tahu ini, paham itu, dari keturunan ini dan mengerti betul soal makna sejarah dari apa yang ingin dicapai.

“Terkadang gelar kebangsawanan bisa dialihkan kepada seseorang tanpa berpikir konsekuensi logisnya. Marga suku tertentu bisa disematkan pada seseorang tanpa berpikir baik buruknya. Namun hal yang pasti dan berlaku dalam sejarah tutur, Gelar berupa Marga disematkan pada seseorang berdasarkan sejumlah pertimbangan kusus dengan tekanan bahasa yang juga kusus. Bila ingin maju atau mengalami persoalan kusut maka jalan satu satunya yakni kembali ke tutur sejarah soal silsilah keturunan, saya kira itu kaka”, beber Taneo.

Berbicara tentang Suku Sae di Flores ucapnya yang melekat dengan nama Marianus, Bupati Ngada yang juga calon Gubernur NTT sebetulnya membuktikan secara benar adanya bahwa Sae di Flores itu adalah saudari kandungnya orang Timor.

“Tutur sejarah soal silsilah keturunan jelas, saudari kandungnya orang Timor itu ada di Flores pada umumnya, Alor, Sumba dan Rote. Mungkin karena hajatan politik semua kemudian bisa diketahui. Dan hari ini saya boleh mengatakan secara tegas bahwasannya Marga Sae itu aslinya Timor. Saya juga semua orang Timor rambut putih yang paham silsilah keturunan akan mengakui tanpa syarat bahwa Marga Sae di Flores adalah saudari perempuan orang Timor. Nanti silahkan dikros cek saja”, saran Taneo.

Terkait dengan majunya Marianus Sae lanjutnya sebagai Calon Gubernur NTT periode 2018-2023, pihaknya telah mengetahuinya dan berlaku antisipatif.

“Saya orang Timor yang tahu adat. Dan sebagai perwujudan nyatanya, saya sudah mengkomunikasikan majunya pak Marianus Sae sebagai calon Gubernur kepada seluruh keluarga khususnya keluarga besar Sae di Kevetoran Neo Bokong – Amanatun. Intinya lais Mafefanya dilakukan sehingga rintangan dan hambatan bisa terlalui dengan aman tanpa meninggalkan masalah besar”, ungkap Taneo.

Pemimpin besar tandasnya akan sangat dihargai dikemudian hari bila dirinya betul paham sejarah dan menghargai sejarah dan keturunannya.

“Sebagai anak kandung orang Timor, kita berharap pak Marianus Sae bisa menyempatkan dirinya bertemu dengan keluarga besar Timor di TTS secara khusus dengan keluarga besar Sae di Kevetoran Noe Bokong – Amanatun Utara. Kita sudah bicarakan bersama itu saudara”, tegas Taneo.

Sekilas disampaikannya jika Marga Sae masuk dalam nominasi empat usif (sebutan kebangsawanan vetor) dibawa kekuasaan Raja besarnya Banunaek.

“Sae, Tloi, Bonat dan Fai adalah empat usif besar di kevetoran Noe Bokong. Sae sendiri punya ciri khas pintar, Berbadan tegap dan besar. Lainnya, Sae juga sangat dekat dengan Air. Buktinya dimana ada Marga Sae, disitu pasti ada sumber air”, tutup Taneo (ft/dilek)

About Bony Lerek

Scroll To Top