Home / Berita utama / ‘Mayoritas Tokoh PDIP NTT Jagokan Kristo Blasin’
‘Mayoritas Tokoh PDIP NTT Jagokan Kristo Blasin’

‘Mayoritas Tokoh PDIP NTT Jagokan Kristo Blasin’

Kupang, fajartimor.com – Meski tertatih-tatih berjalan, langkah politik politisi bertangan dingin Blasin Kristoforus (Kristo Blasin) makin menanjak menuju singgah sana Gedung Sasando.

Dinamika politik ini bukan basah-basih, tapi beranjak menjadi realita di sarang partai banteng moncong putih. Pasca Lusia Adinda Lebu Raya, istri Gubenur NTT, Drs. Frans Lebu Raya tidak mendaftar sebagai bakal calon gubernur di DPD PDIP NTT, nama Kristo Blasin mencuat dan melambung mengkristal menjadi opini kuat di internal partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Kristo Blasin terus saja menyapa kaum Ibu di emperan pasar (foto Istimewah)

Kristo Blasin terus saja menyapa kaum Ibu di emperan pasar (foto Istimewah)

Walapun DPD PDIP NTT hingga saat ini belum memutuskan dan merekomendasikan nama-nama calon gubernur yang telah mendaftar ke DPP PDIP, dari sinyal dan opini yang berkembang di internal partai, nama Kristo Blasin mendominasi seluruh otak dan hati nurani para tokoh senior PDIP NTT, yang ada di Kupang maupun yang ada di daerah.

Para tokoh senior partai yang mayoritas pernah menjadi pengurus dan anggota dewan itu, menaruh harapan besar, Kristo Blasin dapat ditetapkan menjadi calon gubernur dari PDIP pasca kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya. Semua itu bukan tanpa dasar, tetapi berdasarkan lamanya mengabdi di partai, kinerja, prestasi, pengalaman dan kualitas juga ketokohan seorang Kristo Blasin yang sudah 20-an tahun berjuang untuk partai.

Memang diakui, hingga saat ini, Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya belum pernah berbicara gamblang membuka kartu politiknya kepada publik NTT terkait siapa calon yang akan diusung PDIP.

Sang politisi kawakan tersebut masih menyembunyikan kartu trufnya. Permainan politik Ama Lebu sapaan akrab tokoh Lamaholot ini, memang bisa dibilang piawai dan lincah karena didasari sejumlah hitungan baik peluang dan tantangan. Sekalipun ia telah memanggil Kristo Blasin untuk turun lapangan dan mempersiapkan diri, namun Gendang keramatnya bak diam dikebisuan taktik dan strategi jitu.

Sapaan berkarakter seorang Kristo Blasin mendapat sambutan hangat para Ibu di sejumlah pasar Tradisional (foto istimewah)

Sapaan berkarakter seorang Kristo Blasin mendapat sambutan hangat para Ibu di sejumlah pasar Tradisional (foto istimewah)

Layaknya Sutradara, peretas Program Anggur Merah tersebut, terus saja melempar umpan. Uniknya umpan yang dilemparnya (Gubernur Frans Lebu Raya), terus saja menjadi liar didalam lautan politik. Bagi yang tak kesabaran, merasakan seolah semakin disenggat matahari pro dan kontra. Dukungan pun seakan berangsur surut. Elit dan menengah terus saja tergerus dalam kepanikan strategi. Tak ketinggalan yang lainnya justru terus terpuruk dan tenggelam dalam dinginnya perjuangan.

Namun demikian, jurus-jurus Sang Orator kawakan tersebut, seolah meretas asa. Di satu sisih PDIP dibuatnya menjadi pemegang kendali permainan politik Pilgub 2018. Dari 3 kartu di tangannya (Kristo Blasin, Ray Fernandez dan Daniel Tagu Dedo), salah satu adalah kartu pamungkas yang akan ia lepas sebagai penutup Karsa dan karya besarnya. Soal yang lainnya sudah tentu berakhir juang alias game over.

Dititik nadir, sebagai kader tulen PDIP yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD NTT, Wakil Gubernur NTT dan Gubernur NTT dua kali, juga Ketua DPD PDIP NTT tiga kali, Gubernur Karismatik tersebut justru tengah menunjukan taring dan kelasnya.

Suara itu terdengar terus menderu. Bak gelombang nada yang terus saja menggaung di Hotel Naka dan kemudian terekam jelas,saat diputar ulang. “Kalau kita mau Kristo maka mari kita bergotong-royong karena kita bukan partai kapitalis. Gotong-royong adalah kekuatan kita,”. Spirit Lebu Raya. bersambung- (Tim).

About Bony Lerek

Scroll To Top