Home / Berita utama / ‘Mengelola Rumah Tangga Identik dengan Mengelola Pemerintahan; Saya Akan Transfer Pola Itu Ketika MS-EMI Dipercaya Rakyat’

‘Mengelola Rumah Tangga Identik dengan Mengelola Pemerintahan; Saya Akan Transfer Pola Itu Ketika MS-EMI Dipercaya Rakyat’

Fajartimor.com –Dihadapan para pendukung fanatiknya pada sejumlah simpul pertemuan terbatas di zona Timor, Cawagub satu satunya dari kalangan Perempuan ini Menegaskan Mengelola Pemerintahan identik dengan mengelola rumah tangga. ‘Saya Akan transfer tata kelola dalam rumah tangga yang dipandang sebangun dengan tata kelola pemerintahan ketika dipercaya rakyat NTT’.

Ibarat seorang Ibu yang mengetahui betul jatuh bangun, baik buruk, benar salah, ada tidak dan semua yang berhubungan dengan keluarga sebagai pranata sosial yang paling kecil menjadi inspirasi seorang Emilia Julia Nomleni memberi perhatian layanan yang berimbang kepada rakyat Nusa Tenggara Timur.

Warga Ponu TTU antusias mendengarkan orasi politik Emilia Julia Nomleni (foto/dok. Boni Lerek)

Menurutnya, mengurus rumah tangga ada begitu banyak kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Terkadang Bapak Sang kepala rumah tangga tidak ambil pusing.

“Jika bapak bapak punya tamu, yang susah menyiapkan jamuan baik minum dan makan adalah mama mama. Kalau mama bergerak dibelakang sudah tentu anak anak juga ikut disibukkan. Kalau ada gula, kopi dan lain sebagainya ya semuanya pasti aman, tapi sebaliknya tidak ada, bapa bapa sonde mau tau na. Mama pasti usaha, anak anak pun terkena imbasnya. Tamu pulang baru bapa kena rofek”, seloroh Emilia disambut histeria warga dan masyarakat.

Bila kemudian ada kesulitan (berupa keluhan) anak anak yang datang dan berlaku emergen katanya maka yang merespon awal dan sigap sudah tentu para ibu rumah tangga.

“Jika ada keluhan dari anak anak soal urusan sekolah, urusan kesehatan, urusan jajan, urusan uang bemo dan lain sebagainya, ibu menjadi orang pertama tempat anak anak berkeluh kesah. Bapak sudah tentu tahu beres semua. Apalagi ada tamu, hmmm bapak hanya angkat alis mata sa sambil terus bercerita di langit, sementara dari balik kain pintu mama terus saja memberi tanda atau kode dengan petunjuk jari (tanda uang tidak ada). Sudah begitu lai Bapak tamba foe suruh mama beli rokok”, ulas Emilia disambut warga bapak bapak yang terlihat manggut manggut malahan ada yang tertawa terpingkal pingkal sementara para ibu justru membenarkan apa yang disampaikan sang idola.

Warga Oesoko Biboki Ainleu-TTU pendukung fanatik MS-EMI terlihat takjub mendengar orasi politik Emilia Julia Nomleni (foto/dok.Boni Lerek)

Jadi mengurus pemerintahan lanjut Putri Timor tersebut sama dengan mengurus rumah tangga.

“Ketika dipercaya rakyat, ketika MS-EMI mendapat kepercayaan penuh dari rakyat maka semua akan kita lakukan dengan hati. Pengalaman mengelola rumah tangga sebagai pranata sosial yang paling kecil akan kita transfer di pranata (lembaga) kepemerintahan birokrat”, tandas Emilia.

Memang katanya akan ada begitu banyak penolakan dari sejumlah pemikir sosial soal tawaran layanan yang ditawarkan. Tapi mengingat fakta kekinian di proses ini, ada calon pemimpin perempuan.

“Calon pemimpin perempuan itu ada di paket MS-EMI (Marhaen) paket nomor urut 2. Buktinya selain tawaran program membangun dari desa dengan tekanan pada Infrastruktur, Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan, ada juga program perimbangan yang diterima calon Gubernur kita Bapak Marianus Sae. Program unggulan itu yakni Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Tentunya akan ada banyak capaiannya. Jadi mama mama jangan ragu pilih MS-EMI karena kali ini kita pun mendapatkan kesempatan mengurus urusan kita. Begitu too mama mama?”, tanya Emilia disahut serentak pendukung fanatik perempuan dengan histeria dan pekik dukungan.

Diakhir orasi terbatas dirinya (Emilia Julia Nomleni, Cawagub PDI Perjuangan dan PKB) selalu menutup penyemangat juang MS-EMI dengan ilustrasi sederhana.

“Didalam rumah sebuah keluarga kecil persisnya disuatu malam, persediaan makanan tinggal beras segenggam dan telur sebutir. Sang istri mengambil beras tersebut memasaknya. Begitupun sebutir telur direbusnya. Saat menyiapkan makan malam, sang istri memberi porsi lebih (baik nasi dan telur yang dibagi secara berimbang) kepada suami dan anak anaknya. Sementara baginya hanyalah seadanya. Dalam keseadaannya yang hanya mendapatkan jatah makan malam seadanya, dia hanya ingin memastikan suami dan anak anaknya boleh kenyang dan beristirahat/tidur dengan pulas”, tutup Emilia disambut warga dengan derai air mata. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top