Home / Budaya / Migrasi Ikan Terperangkap Di arus Dingin Laut Sabanjar, Warga Alor Panen Raya
Migrasi Ikan Terperangkap Di arus Dingin Laut Sabanjar, Warga Alor Panen Raya

Migrasi Ikan Terperangkap Di arus Dingin Laut Sabanjar, Warga Alor Panen Raya

Kalabahi, fajartimor.com-Siapa yang menyangka kalau fenomena perairan laut Sabanjar, yang ditandai oleh kemunculan arus dingin (sedingin 5 derajat celcius), justru selalu mendatangkan berkah bagi warga Alor Besar.

Bagi warga Alor Besar, kemunculan ribuan ikan yang mati lemas di atas permukaan air dangkal, di perairan Sabanjar, selalu dipandang sebagai berkah Tuhan. Hal tersebut disampaikan Bupati Amon Djobo kepada sejumlah wartawan dan para turis manca negara di sela sela, kegiatan Galadinner (expo Alor) di pelataran rumah jabatan Bupati Alor belum lama ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dikatakan, Front Laut yang merupakan pertemuan dua massa air laut yang mempunyai karakteristik berbeda (baik temperatur maupun salinitas atau yang dikenal sebagai tingkat keasinan kadar garam terlarut dalam air), justru sering terjadi di perairan bawah laut Sabanjar.

“Gerombolan ikan dalam skala besar biasanya bermigrasi, dengan mengikuti arus air bawah laut. Dan karena pengaruh dari kutub selatan di perairan laut Sabanjar, air permukaan yang saling bertemu dengan temperature bersuhu cenderung  lebih dingin, kemudian menciptakan upwelling atau gerakan vertikal (naiknya massa air laut ke permukaan)”, jelas Amon Djobo.

Dan hal ini pula lanjut Amon djobo, menjadi perangkap bagi zat hara, biota laut dan ikan- ikan  dari kedua massa air  berbeda tersebut yang bertemu, sehingga migrasi ikan dalam skala besar yang melewati pertemuan dua arus itu terperangkap (fishing ground) oleh adanya arus  bawah air bersuhu minus 5 derajat celcius.

Ikan yang mati lemas akibat arus air dingin bawah laut

“karena adanya pergerakan air yang cepat, semua ikan yang telah terperangkap, dan tidak tahan dengan dinginnya suhu air di bawah laut yang berubah dengan tiba- tiba, pingsan lalu mati lemas. ikan dalam skala besar tersebut kemudian terbawa laju arus yang justru naik vertikal ke permukaan perairan laut dangkal”, terang Amon Djobo.

Dijelaskan tanda tanda fenomena perubahan suhu air laut menjadi dingin di Sabanjar tergambar jelas manakala adanya kedatangan gerombolan ikan lumba- lumba dan burung pemakan ikan. beberapa saat berselang muncul penguapan air laut. Dan penguapan ini menandakan turunnya suhu air laut berasal dari dasar tengah air laut yang kemudian merata ke permukaan laut menjangkau sampai ke pesisir.

“saat tanda itu datang, “Ada Pou” yang merupakan upacara pemberian sesajen kepada roh roh laut dilakukan para tokoh adat setempat. Tujuannya agar masyarakat di Desa Alor Besar diberikan berkah melimpah. Sudah tentu panen Raya Ikan dalam skala besar, yang bermunculan di pinggir pantai (di permukaan laut dangkal), adalah saat yang membahagiakan warga Alor ”, tutup Amon Djobo.

Data fajartimor.com, Arus dingin di perairan laut Sabanjar, terjadinya dalam setahun 3 kali yaitu Musim Barat Selesai, setelah musim Kemarau dan  di pertengahan tahun.

Adapun kejadiannya berkisar antara jam 12 siang hingga 14.30 wita,  dan lalu berlangsung lagi pada tengah malam. Sementara yang berkembang, untuk beberapa tahun belakangan ini, arus dingin tersebut terjadi setelah lebaran selesai.

Informasi fajartimor.com, Pantai Sabanjar digadang gadang, akan difungsikan sebagai arena penyelenggaraan vestifal Bahari Alor  sebagai puncak Festival Adventur Indonesia tahun 2015.(ft/bony)

About Bony Lerek

Scroll To Top