Home / Berita utama / ‘Moratorium TKI Jangan Setengah Hati’
‘Moratorium TKI Jangan Setengah Hati’

‘Moratorium TKI Jangan Setengah Hati’

Kupang, fajartimor.com- Pemerintah provinsi sepanjang ini  mengambil langkah moratorium TKI. Namun yang berkembang moratorium tersebut jangan dilakukan setengah hati.

Yang berkembang ada perusahaan-perusahaan tertentu yang dikasi jalan tol. Lalu ada yang masih dilarang dengan berbagai regulasi. Ini harus diberi perhatian serius. Karena justru yang terjadi menimbulkan banyak yang ilegal, tandas Jimmy Sianto ketua Komisi V DPRD Provinsi saat pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban Disnakertrans dan Koperasi di ruang rapat komisi setempat sekira pukul 12.16 Wita.

Menurut Jimmy dan sejumlah Anggota Komisi V, syarat regulasi yang kemudian membatasi ruang gerak perusahaan-perusahaan perekrut tenaga kerja Indonesia asal NTT semestinya ditangani serius dengan memaksimalkan pengawasan dari hulu hingga ke hilir.

“Data dulu perusahaan perekrut tenaga kerja. Lalu sampaikan secara bertanggungjawab soal adanya penghentian sementara perekrutan dan pengiriman tenaga kerja NTT ke luar negeri. Ini yang harus dilakukan. Bukan moratorium TKI, tapi ada perusahaan yang diperbolehkan terus merekrut dan mengirim, sementara yang lainnya dibatasi?”, kesal Jimmy.

Bila hal ini yang kini berlaku lanjut Jimmy, jangan heran kalau perekrutan ilegal TKI akan terus membumi di NTT yang pada gilirannya akan menghadirkan banyak persoalan pelik.

“Nakertrans dalam hal ini, jangan hanya memposisikan diri sebagai dinas mediasi dan fasilitasi. Karena jika yang dilakukan secara terus menerus dengan menyasar upaya-upaya mediasi dan fasilitasi, kapan persoalannya terselesaikan? Oleh karena itu dalam waktu dekat kami akan agendakan rapat kerja secara khusus yang melibatkan Nakertrans, pemberdayaan perempuan dan anak, Dinas Sosial dan lembaga terkait termasuk Dinas Pendidikan agar serius menangani persoalan-persoalan sosial masyarakat NTT yang dirasakan sudah cukup meresahkan”, tandas Jimmy.

Yang berkembang, pemulangan jenazah dari luar NTT, pada tahun 2016, berjumlah 46 jenazah. Dengan klasifikasi 4 legal, 42 ilegal. Pada 2017, ada pemulangan jenazah sebanyak 62. Dengan klasiskasi 1 legal, semenatara 61nya illegal. Pada 2018, jumlah jenazah yang dipulangkan sebanyak 105. 3-nya legal sementara 102-nya illegal. Sementara perkembangan pemulangan jenazah per Juni 2019, sebanyak 53. 1-nya legal dan 52-nya ilegal. (ft/boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top