Home / Berita utama / PAC Bijaepasu; ‘Jiwa-Raga Kami, Hanya Untuk PDI Perjuangan’
PAC Bijaepasu; ‘Jiwa-Raga Kami, Hanya Untuk PDI Perjuangan’

PAC Bijaepasu; ‘Jiwa-Raga Kami, Hanya Untuk PDI Perjuangan’

rDukungan kepada MS-EMI

Kefa, fajartimor.com – Meyakini PDI Perjuangan sebagai partai reformis, ada kesadaran akan sejumlah tantangan yang datang silih berganti. Karenanya atas putusan DPP Partai mengusung Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni, Jiwa dan Raga adalah taruhannya demi mempertahankan marwah partai.

Penegasan tersebut disampaikan Kornelis Kollo dan Yosef Meko (Ketua dan Sekretaris) Pengurus Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bijaepasu, Kecamatan Miomafo Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara disela sela persiapan penerimaan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni Cagub-Cawagub usungan PDI Perjuangan-PKB pada Pilkadal tanggal 27 Juni 2018 mendatang kepada fajartimor pekan lalu.

Kornelis Kollo, Ketua PAC PDI Perjuangan Bijaepasu, serius membicarakan persiapan penerimaan MS-EMI (foto.istimewa)

Menurut keduanya,  setelah ditetapkannya Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni oleh DPP PDI Perjuangan yang diumumkan langsung Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI ke 5, tekanan dan intimidasi bak angin ribut yang seakan tak kenal pagi, siang dan malam.

“Kami sadar bahwa keputusan DPP PDI Perjuangan tersebut akan menuai tekanan dan kecaman. Tapi kami pun sadar bahwa PDI Perjuangan itu partai pencetus reformasi. Ketua Umumnya Ibu Megawati Soekarno Putri adalah mantan Presiden RI ke 5. Lebih daripada itu PDI Perjuangan adalah partai berkuasa yang sukses memenangkan hati seluruh rakyat Indonesia dan menghantar Ir.Jokowidodo sebagai Presiden RI ke 7. Oleh karena itu terhadap sejumlah tekanan kami justru siap meladeni”, tandas Kollo dan Yosef.

Mendengar kunjungan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni kata keduanya, ada gerakan menghadang kehadiran massa dan simpatisan PDI Perjuangan. Namun berbekal tekad juang yang tinggi dan demi mengamankan amanah partai, para tua tua adat juga masyarakat yang sudah sadar politik justru bersatu hati menyatakan sikap menerima dengan iklas kedatangan Cagub-Cawagub yang diusung PDI Perjuangan dan PKB tersebut.

“Memang ada tekanan dan itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi kami sudah siap bertarung. Konsekuensi baik buruk sudah kami perhitungkan. Lebih daripada itu masyarakat dan simpatisan PDI Perjuangan justru antusias memberi dukungan yang luar biasa. Jadi hari ini tidak ada kata takut dan mundur”, terang Kollo dan Yosef.

Sebagai Partai Reformis ucap keduanya yang ditandai dengan pengorbanan sejumlah kadernya pada tragedi 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, tekad mempertahankan marwah partai adalah harga perjuangan yang tidak bisa ditawar menawar.

“Jiwa dan raga kami akan kami pertaruhkan seluruhnya untuk kebesaran PDI Perjuangan juga perjuangan memenangkan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni. Siapapun dia lawan kami termasuk dia penguasa akan kami lawan sampai titik darah yang penghabisan”, pungkas kollo dan Yosef. (ft/tim)

 

About Bony Lerek

Scroll To Top