Home / Berita utama / PDIP Hari Ini Inginkan Pemimpin Bukan Idola
PDIP Hari Ini Inginkan Pemimpin Bukan Idola

PDIP Hari Ini Inginkan Pemimpin Bukan Idola

Kupang, fajartimor.com – Dinamika yang terjadi di internal PDI Perjuangan harus dimaknai sebagai sebuah proses untuk menemukan pemimpin buat rakyat dengan konteks masalah rakyat NTT hari ini.

Karena itu, publik (menengah dan elit) tidak lalu terkelumit dan terkelola dalam cara pandang sempit bahwa PDI Perjuangan seolah olah lagi berjuang keras untuk mendapatkan figur atau idola dan kemudian didorong maju sebagai Gubernur, jelas Gusti Demon Beribe, Ketua Fraksi PDI Perjuangan NTT kepada fajartimor, Senin (19/06/2017).

Menurutnya, PDI Perjuangan justru terus berproses demi menemukan pemimpin buat rakyat, yang tahu dan paham betul konteks persoalan rakyat dan kemudian menemukan solusi tepat guna penyelesaian persoalan rakyat tersebut.

“Pengalaman memimpin NTT kurun waktu 10 tahun, ditangan Gubernur Drs. Frans Lebu Raya yang didukung sejumlah kepala daerah di kabupaten/kota, kemudian membuat mayoritas kader PDI perjuangan sungguh memahami keadaan NTT. Oleh Karena itu PDI Perjuangan siap untuk mengambil lagi peran kepemimpinan pemerintahan NTT”, terang Gusti.

Kristo Blasin Bertemu dan berbicara dengan warga penghuni pasar Alok Maumere, Jum'at, 16/06/2017). (foto Istimewa)

Kristo Blasin Kader Senior PDI Perjuangan NTT, saat bertemu dan berbicara dengan warga penghuni pasar Alok Maumere, Jum’at, 16/06/2017). (foto Istimewa)

Memang, spirit perjuangan katanya, tentu dibarengi adanya proses dialektika, introspeksi dan otokritik. Semuanya itu dipahami betul seluruh kader partai.

“Jadi jangan kerdilkan NTT dengan figur. NTT ini terlalu besar. Diskusi dimana-mana kan mengidolakan orang-orang gitu kan! Berapa sih diskusi kelompok-kelompok itu tentang masalah NTT itu kan! Jika partai bekerja sungguh sungguh dengan rakyat, maka dia pasti tau dong. Sementara jika partai hanya bekerja di tengah dan terapung maka dia pasti hanya sebatas tau tapi tidak mendalam”, unjuk Gusti.

Dikatakan bahwa partai ini (PDIP NTT) sedang berproses demi mendapatkan calon pemimpin untuk rakyat NTT dalam kompleksitas masyarakat. Partai tidak sedang mencari figur untuk diberikan jabatan kepala daerah.

“PDI Perjuangan tidak sedang mencari seseorang untuk diberikan jabatan gubernur 10 sampai 15 tahun kedepan itu saja. Ini kan semua orang menyatakan  bahwa dia bisa. Dia memahami masalah NTT itu kan. Tapi kalau sebatas membaca di permukaan saya kira itu semua orang sangat bisa”, pungkas Gusti. (ft/Boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top