Home / Berita utama / ‘PDIP NTT Terlihat Berlelah Dengan Survei Elektabilitas’
‘PDIP NTT Terlihat Berlelah Dengan Survei Elektabilitas’

‘PDIP NTT Terlihat Berlelah Dengan Survei Elektabilitas’

rPenetapan Calon Gubernur NTT 2018-2023

Kupang, fajartimor.com – Sebagai partai Pemenang pemilu Presiden dan Kepala Daerah, PDI Perjuangan NTT terlihat kurang percaya diri. Buktinya Survei Elektabilitas calon pengganti Gubernur Lebu Raya seakan menjadi kerja berat yang tak kunjung berujung.

Pendapat tersebut disampaikan Didi Hariadi salah seorang pegiat air di NTT kepada fajartimor, Sabtu (09/09/2017) mensikapi lambannya penetapan Calon Gubernur yang akan diusung PDI Perjuangan.

“Kalau sampai hari ini PDI Perjuangan belum menentukan sikap siapa Calon Gubernur yang akan diusung maka akan muncul sejumlah pertanyaan besar ada apa gerangan ini”, ungkit Didi.

Kerja besar Gubernur Lebu Raya katanya haruslah menjadi modal besar PDI Perjuangan NTT bukan sebaliknya dipandang sepeleh dan berlarut dalam tidur panjang.

“Sepanjang dua periode lebih memimpin NTT Drs. Frans Lebu Raya sudah banyak berbuat untuk rakyat NTT. Itu modal besarnya. PDI Perjuangan jangan kemudian berdiam diri dan seolah kehilangan arah juang lalu terlelap dalam tidur panjang”, sorot Didi.

Menentukan satu dari tiga bakal calon Gubernur katanya yang telah mendaftar di PDI Perjuangan NTT memang bukan pekerjaan sederhana. Tapi harusnya ada tekanan prinsip sehingga warga dan simpatisan partai tidak kehilangan arah.

“Dengan kondisi belum ditentukannya siapa bakal Calon Gubernur dari tiga kader besar baik Kristo Blasin, atau Bupati Raymundus Fernandes ataupun Danial Tagu Dedo mengindikasikan PDI Perjuangan NTT seolah disimpang jalan”, sesal Didi.

Militansi yang ditunjuk para Kader dan Pengarus Partai lanjutnya adalah kekuatan besar yang hingga hari ini terus diperhitungkan lawan lawan politik PDI Perjuangan.

“Sekalipun terus ditiup angin sakal politik, PDI Perjuangan NTT sebaiknya tidak perlu berlelah dengan urusan Survei Elektabilitas. Tentukan sikap, rapatkan barisan, kuatkan mesin partai, bekerja secara terukur untuk kemudian pada gilirannya rakyat berkenan mendapuknya lalu meneruskan kerja besar Gubernur Frans Lebu Raya, sambil meretas kerja baru yang kreatif  dan terus berpihak kepada kemandirian juga kesejahteraan rakyat”, terang Didi. (ft/Boni)

About Bony Lerek

Scroll To Top