Home / Berita utama / ‘Pekerjaan Lapen Anin Tanpa Opname dan Retensi’
‘Pekerjaan Lapen Anin Tanpa Opname dan Retensi’

‘Pekerjaan Lapen Anin Tanpa Opname dan Retensi’

SoE, fajartimor.com – Opname dan Retensi pada proyek pekerjaan Lapen, Jalan Desa Anin Tahun Anggaran 2019 diduga kuat tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Pekerjaan Lapen tersebut yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 193 juta lebih, diduga kuat tidak didukung dengan kegiatan admistrasi berupa capaian volume kerja. Sementara parahnya pekerjaan Lapen tersebut setelah ditinggalkan suplier mengindikadikan tidak adanya Retensi berupa jumlah termijn (progress billings) yang tidak dibayar / ditahan hingga pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk pembayaran jumlah tersebut atau hingga telah diperbaiki, dengan besaran nilai retensi sebesar 5% dari nilai kontrak proyek, terang sumber fajartimor.com yang mengerti dan paham betul administrasi opname dan retensi, belum lama ini di SoE.

Menurutnya, pekerjaan Lapen Desa Anin administrasi opname dilakukan tidak seperti biasanya.
“Kalau tidak ada pekerjaan Agregat A dan Agregat B maka pekerjaaan angkutan, hitungan kubikasi juga hampar dan gilas pasti tidak mungkin diopname. Kalaupun tercatat diopname? Pertanyaannya opnamenya dilakukan seperti apa? Uangnya, pekerja siapa yang terima!”, tudingnya.
Itupun lanjutnya, belum terhitung pekerjaan pasangan batu pokok 3-5 cm yang terlihat dihampar berbarengan dengan batu 5-7cm pada realita pekerjaan Lapen Desa Anin.
“Jika fakta kerjanya seperti ini, opnamenya seperti apa sehingga dapat dikatakan progres fisik sudah sesuai target! Inipun belum terhitung pemadatan, siram ter ( aspal), split, aspal dan pasir diikuti pemadatan sebagai pekerjaan penutup!”, sindirnya.
Dengan tidak adanya pekerjaan perbaikan lanjutnya jelas mengindikasikan Retensi sebesar 5 % dari nilai proyek tersebut tidak dijalankan secara normal sesuai Perpres.
“Fakta hancurnya pekerjaan Lapen Desa Anin yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019, yang berlokasi di dekat Gereja Laheroy persisnya di ruas jalan Temkuna yang kemudian tidak diperbaiki mengindikasikan Retensi 5 % tidak dilakukan Pemilik Kegiatan”, jelasnya.

Untuk diketahui, Opname adalah pengajuan pembayaran oleh mandor atau subkon ke main kontraktor yang kemudian akan dibayarkan ke mandor atau subkon jika sudah memenuhi syarat tertentu. Nilai pembayaran tersebut sesuai dengan volume yang sudah dikerjakan.
Sebagai contoh untuk pekerjaan beton, harga satuan di SPK mandor adalah 150 ribu / m3. Mandor sudah mengerjakan pekerjaan beton sebanyak 100 m3. Mandor mengajukan opname sebesar 100 m3 x 150 ribu = 15.000.000,-. Maka kewajiban anda sebagai seorang engineer adalah memastikan apakah benar yang sudah dikerjakan 100 m3. Jika sudah sesuai, maka berkas opname bisa diproses lebih lanjut.

Proses opname dilakukan oleh subkon atau mandor setelah 14 hari. Sistem pengajuan opaname disesuaikan dengan volume yang sudah dikerjakan di lapangan. Opname tersebut harus di tanda tangani atau dicek oleh pelaksana apakah volume pekerjaan sudah sesuai antara opname dengan real di lapangan. Setelah dicek oleh pelaksana, opname disampaikan ke cost control engineer untuk dicek apakah harga-harga di dalam opname sesuai dengan kontrak atau tidak?
Sementara Retensi adalah potongan biaya opname dalam jumlah tertentu sebagai jaminan hasil pekerjaan. Retensi tersebut akan terkumpul sampai dengan akhir proyek. Retensi sebesar 5 % tersebut bisa diambil ketika hasil pekerjaan sudah memenuhi syarat, termasuk masa pemeliharaan sesuai kontrak sudah selesai.
Hingga berita ini diturunkan semua yang berkepentingan dengan pekerjaan proyek Jalan Lapen Desa Anin belum bisa dikonfirmasi media ini. ( ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top