Home / Daerah / Pekerjaan Lapen Desa Anin Tahun 2019 Memprihatinkan
Pekerjaan Lapen Desa Anin Tahun 2019 Memprihatinkan

Pekerjaan Lapen Desa Anin Tahun 2019 Memprihatinkan

SoE, fajartimor.com – Pekerjaan Lapen, Jalan Desa, Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan – TTS, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019, sepanjang 300 meter lebih di lokasi dekat Gereja Laheroy Anin terlihat jauh dari spirit Pekerjaan Lapen dan kondisinya hingga saat ini sangat memprihatinkan.

*Foto/ dok. Fajartimor/ tim)

Seperti disaksikan media ini, lapisan ter tipis yang terlihat hampir di seluruh pekerjaan Lapen tersebut, sudah tergerus aliran air hujan. Pecahan Batu 35 dan 57 yang tidak lagi dibaluti ter, (aspal) tampak menghiasi seluruh badan jalan. Sehingga
tampak pekerjaan pemadatan badan jalan yang kuat dugaan, dikerjakan secara asal – asalan.
Pada sisih bahu jalan (kiri dan kanan) jelas tidak ada pekerjaan drainase.

Sejumlah warga Desa Anin yang ditemui media ini di lokasi Jalan Lapen tersebut membenarkan adanya pekerjaan Lapen Desa Anin Tahun Anggaran 2019, yang dikerjakan tanpa sepengetahuan warga.
“Kami justru terkejut dengan pekerjaan aspal atau apa namanya di desa Anin. Karena memang tidak pernah dibicarakan dalam musyawarah dusun juga desa. Faktanya bisa dilihat! Pekerjaan tersebut sudah hancur dan jauh dari spirit dan semangat konstruksi Lapen,” jelas warga.
Sementara Kepala Desa Anin, Nahason Banunaek yang berhasil dikonfirmasi media ini di Kantor Desa setempat belum lama ini, terkait pekerjaan Lapen desa Anin justru menjelaskan ketidakmampuannya soal konstruksi pekerjaan Lapen.
“Saya sendiri tidak tahu konstruksi Lapen. Tapi karena diarahkan pihak ketiga maka saya bilang silahkan kerja,” elak Nahason.
Terkait kondisi fisik pekerjaan yang rusak parah lanjut Kades Nahason, pihak desa telah meminta suplieyer untuk segera memperbaiki kembali.
“Saya juga sudah minta pihak suplieyer untuk segera perbaiki sejumlah titik pekerjaan yang rusak parah,” jelas Nahason.
Ditempat lain, Ketua TPBJ, Dominggus Nenabu ikut membenarkan jika pekerjaan Lapen Desa Anin yang menelan anggaran sebesar Rp 193 juta lebih dikerjakan oleh pihak ketiga ( suplieyer) tanpa tekanan dan intervensi.
“Kami hanya sebatas menyediakan anggaran dan jenis pekerjaan. Pihak suplieyer disilahkan menjalankan tanggungjawab kerja sampai tuntas,” aku Dominggus. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top