Home / Berita utama / Perintahkan Pengontrolan Senjata di AS, Air Mata Kesedihan Obama tak Terbendung!
Perintahkan Pengontrolan Senjata di AS, Air Mata Kesedihan Obama tak Terbendung!

Perintahkan Pengontrolan Senjata di AS, Air Mata Kesedihan Obama tak Terbendung!

WASHINGTON, fajartimor.com-Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama, tak bisa menahan kesedihannya saat memerintahkan pemberlakuan aturan ketat untuk mengontrol kepemilikan senjata di negaranya. Obama sesekali terlihat menghapus air mata menggunakan tangan kirinya, karena mengenang para korban tewas akibat rentetan penembakan yang terjadi di AS.

Obama bisa memberlakukan aturan ketat pengontrolan senjata tanpa restu dari Kongres setelah dia berkonsultasi dengan Jaksa Agung Loretta Lynch. Obama mendesak para pemilih untuk menolak calon anggota parlemen yang pro-kebebasan kepemilikan senjata.

Obama menegaskan bahwa dia tidak berharap mengamandemen undang-undang senjata selama dia menjadi presiden AS. Tapi, dia berjanji untuk melakukan apa yang dia bisa guna mengontrol senjata yang kemungkinan besar akan jadi tema perdebatan di antara calon presiden penggantinya saat Pemilu Presiden November mendatang.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Obama dikelilingi oleh anggota keluarga dari korban tewas akibat penembakan di AS. Suara Obama tiba-tiba meninggi dan berteriak menyerukan warga AS menggunakan hak konstitusionalnya untuk hidup damai dan menjalankan hak beribadah.

Obama sudah frustasi dengan sikap Kongres yang lamban menyetujui aturan ketat pengontrolan senjata yang dia gagas sejak Desember 2012. Gagasan itu muncul setelah terjadi penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Newton, Connecticut, yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa.

”Setiap kali saya berpikir tentang anak-anak, itu membuat saya marah,” kata Obama yang air matanya menetes di pipi, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/1/2016).

”Itu mengubah saya, hari itu,” katanya lagi sembari memperkenalkan Mark Barden, yang putranya berusia tujuh tahun tewas dalam penembakan itu. ”Harapan saya dengan sungguh-sungguh, bahwa itu akan mengubah negara ini.”

Setelah tragedi itu, presiden AS dari Partai Demokrat itu gagal membujuk Kongres untuk menguatkan aturan ketat pengontrolan senjata. Obama Dia menyalahkan anggota parlemen yang dia sebut telah menjadi “budak” dari National Rifle Associationsebuah kelompok pelobi kebebasan untuk memiliki senjata. (ft/Muhaimin.mas)

 

About Bony Lerek

Scroll To Top