Home / Daerah / Pilkada Kota Kupang, Don Ara Kian Siap Maju
Pilkada Kota Kupang, Don Ara Kian Siap Maju

Pilkada Kota Kupang, Don Ara Kian Siap Maju

KUPANG, fajartimor.com–Tahun depan (2017) rakyat Kota Kupang akan memilih pemimpin baru yang akan menahkodai perahu politik pembangunan lima tahun akan datang. Saat ini banyak figur telah mengumumkan akan maju menjadi calon walikota, di antaranya Jonas Salean dan Jefri Riwu Kore. Kedua Figur ini kini sedang mencari dan memutuskan pendampingnya masing-masing.

Seperti ramai diberitakan media, kandidat wakil yang ancang-ancang mendampingi Jonas Salen ada tiga nama, yaitu Kristo Blasin, Niko Frans dan Seli Tokan. Sementara itu, dari diskusi yang berkembang Jeffry Riwu Kore sedang memantapkan kandidat wakil, ada beberapa nama yang direkam media ini, seperti Kris Matutina dan Herman Man.

Dari semua kandidat walikota maupun wakil walikota berlatar belakang birokrat, politisi dan juga ada yang pengusaha, belum ada nama calon dari latar belakang arsitek. Padahal, Kota Kupang membutuhkan figur berlatar belakang arsitek yang sudah berpengalaman di dunia arsitek untuk menata kembali Kota Kupang yang kian amburadul.

Melihat fakta politik yang tengah berkembang ini, salah satu tokoh muda arsitek Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Don Ara Kian, MT, IAI merasa tidak lengkap kalau Pilkada Kota Kupang kali ini tidak diramaikan oleh calon-calon beratar arsitek. Oleh karena itu, Ia mau maju membangun Kota Kupang sebagai pusat ibu kota NTT meskipun hanya di posisi wakil.

“Saya siap maju membangun Kota Kupang, meski pun hanya di posisi wakil. Niat saya tulus untuk membantu walikota dalam membenahi, menata dan membangun Kota Kupang menjadi kota modern di Indonesia, khususnya NTT. Jika diberikan kesempatan, saya siap. Kalau partai atau para calon walikota membuka lamaran saya siap melamar di posisi wakil,” kata Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTT ini dalam diskusi dengan mediakonstruksintt.com, Rabu (3/2/2016) di kediamannya.

Diungkapkan Don, berdasarkan pengalaman di beberapa kota Indonesia yang walikotanya arsitek, kotanya sangat maju. Ada beberapa kota yang sangat berkembang maju, seperti Bandung, Surabaya dan Makasar. Ini karena walikotanya berlatar belakang arsitek dan anggota IAI.

Menurut Don, basis pemilih adalah pemilih rasional dan ingin perubahan paradigma pembangunan. Masyarakat Kota Kupang, kata Don, sudah merasa jenuh dengan pola pembangunan dan manajemen pembangunan yang monoton.

“Momentum pilkada ini menjadi kesempatan emas bagi orang muda untuk berinovasi dan berkreasi membangun Kota Kupang menjadi kota yang modern, serasi dan selaras alam,” ungkapnya polos. (ft/dikutip dari MK.com)

About Bony Lerek

Scroll To Top