Poltekkes Gelar PKKMB Tahun Pelajaran 2025 di Auditorium Baru Graha Poltekkes

Artikel ini Telah di Baca 313 Kali
  • Bagikan

Kupang, fajartimor.com – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kupang menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025/2026 pada 21–22 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting, tidak hanya dalam membentuk karakter awal mahasiswa baru, tetapi juga menandai pemanfaatan perdana gedung Auditorium Graha Poltekkes yang rampung pada 2024.

Sebanyak 1.692 mahasiswa baru mengikuti kegiatan ini secara serentak, termasuk dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Ende, Waikabubak, dan Waingapu.

PKKMB dibuka secara resmi oleh Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Anna Kurniati, SKM, MA, PhD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan sektor kesehatan masa depan.

Direktur Poltekkes Kupang, Irfan, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa peralihan dari pendidikan menengah ke pendidikan tinggi membutuhkan kedewasaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Hal ini, menurutnya, tercermin dari meningkatnya animo pendaftar yang tahun ini mencapai 9.310 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.647 mahasiswa dinyatakan lulus melalui tiga jalur seleksi, yakni:

Jalur Mandiri: 221 dari 1.236 pendaftar

Jalur SPMB Bersama: 830 dari 2.176 pendaftar

Jalur CBT Mandiri: 596 dari 5.895 pendaftar

Setelah proses daftar ulang, tercatat 1.537 mahasiswa aktif ditambah mahasiswa program profesi, yakni RPL Profesi Ners (55 orang) dan Reguler Profesi Ners (100 orang), sehingga total mahasiswa baru berjumlah 1.692 orang.

Materi PKKMB: Tak Hanya Fisik, Tapi Juga Etika dan Mental

PKKMB tahun ini tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus secara fisik, tetapi juga menekankan aspek penting seperti etika digital, kesehatan mental, hingga penguatan karakter. Materi disampaikan oleh pakar dari berbagai institusi nasional dan daerah, meliputi:

Materi Internal:

Norma kehidupan kampus

Tata tertib akademik

Sistem kemahasiswaan

Materi Eksternal:

UU ITE dan Etika Digital (Polda NTT)

Budaya Anti Korupsi (Kejaksaan Tinggi NTT)

Bahaya Narkoba (BNN Provinsi NTT)

Kesehatan Mental Mahasiswa

Penguatan HAM dan Personal Branding

“Kami ingin menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya layak secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Irfan.

Graha Poltekkes: Simbol Baru Kemajuan Kampus

Peresmian Gedung Graha Poltekkes Kupang menjadi momen penting lainnya dalam kegiatan ini. Gedung auditorium berkapasitas 1.500 orang ini kini menjadi pusat kegiatan akademik dan publik kampus. Fasilitas ini dilengkapi dengan:

Sistem pendingin udara (AC)

Ruang VIP dan balkon

Musala

Lobi luas untuk pameran dan registrasi

Area parkir yang memadai

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Marko Tihu, pembangunan gedung telah mencapai 100% secara fisik dan keuangan, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari oleh kontraktor.

Sebelum memiliki gedung sendiri, Poltekkes Kupang harus menyewa hotel atau ruang publik lain untuk menggelar acara besar seperti wisuda dan seminar. Kini, dengan hadirnya Graha Poltekkes, tidak hanya efisiensi biaya tercapai, tetapi juga potensi pemasukan baru melalui penyewaan untuk acara eksternal seperti pernikahan atau seminar komunitas.

Dengan infrastruktur modern dan sistem pembelajaran yang adaptif, Poltekkes Kemenkes Kupang semakin menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan tenaga kesehatan di kawasan timur Indonesia.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Irfan. (Ft/tim)

  • Bagikan