Home / Berita utama / Presiden Joko Widodo; Jalan Kita Menuju Masyarakat Pancasila
Presiden Joko Widodo; Jalan Kita Menuju Masyarakat Pancasila

Presiden Joko Widodo; Jalan Kita Menuju Masyarakat Pancasila

Jakarta, fajartimor.com-Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila, sepatutnya diyakini sebagai jalan yang harus ditempuh untuk menuju kepada perubahan masyarakat dengan dilandasi ideologi Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo, saat berbicara di arena Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jumad (7/8), yang digelar di Jl, JL.Expo, Kemayoran Jakarta pada pukul 15.00 Wib,

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa  tema “Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila, meyakinkan kita semua bahwa jalan yang harus kita tempuh adalah jalan perubahan untuk menuju masyarakat pancasila.

“Bangsa ini akan bertahan dalam langkah perubahan apabila dipandu oleh ideologi. Dan ideologi Pancasila-lah yang menjadi panduan dan bintang pengarah”, tegas Joko Widodo.

Selain itu Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pidato Bung Karno ketika membuka Konferensi GMNI, 17 Februari 1959, lebih menitikberatkan pada nilai nilai perjuangan seorang Marhaen.

Marhaen (Marhaenisme) dalam pandangan Presiden Soekarno kata Joko Widodo  adalah cara perjuangan yang revolusioner.

“Kaum Marhaen yang terpatri dalam semangat juang dan garis garis perjuangan GMNI, harus bisa mengembangkan dan menjadikan masyarakat kuat, bahagia, sentosa, adil, dan makmur.” imbau Joko Widodo.

Gubernur Lebu Raya, saat berbicara di Kongres III GMNI di Kemayoran Jakarta.foto.dok. Humas NTT

Sementara Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya yang hadir pada Kongres III GMNI dalam kesempatan yang sama, menitipkan saran dan usulan kepada seluruh anggota DPRD  supaya merumuskan UU sesuai dengan pancasila.

“Saya titip permohonan kepada anggota DPR kalau bisa dibentuk sebuah Lembaga/badan khusus untuk menangani urusan Ideologi demi mempertahankan nilai wawasan wiyata mandala yang berlandaskan pancasila dan UUD 45”, imbuh Lebu Raya.

Lebih Lanjut Drs Frans Lebu Raya mengatakan bahwa Provinsi NTT merupakan provinsi yang rukun, toleran, saling menerima dan mendukung satu sama lain.  “dukungan dan perhatian Pemerintah Pusat demi Percepatan Pembangunan di  NTT  adalah harga dan martabat bangsa di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi saat ini, NTT berbatasan langsung dengan 2 negara yakni Timor Leste dan Australia. Karena itu, NTT harus dibangun lebih elok sebagai show window NKRI di mata bangsa lain”,  pungkas Gubernur Frans.

Data fajartimor.com, Kongres GMNI III, juga dihadiri oleh sejumlah Petinggi negara dan elit politik. Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Ketua Umum PA GMNI yang juga Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Sekjen PA GMNI Ahmad Basarah serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menjadi tamu VIP di arena Kongres III persatuan alumni GMNI. (ft/ayu/bony)

About Bony Lerek

Scroll To Top