Home / Berita utama / Proyek Irigasi Balai Sungai Rp 34 M Di Sumba Mangkrak
Proyek Irigasi Balai Sungai Rp 34 M Di Sumba Mangkrak

Proyek Irigasi Balai Sungai Rp 34 M Di Sumba Mangkrak

Waitabula, fajartimor.Com – Proyek Lanjutan Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT senilai Rp 34.165.330.000 (Tuga Puluh Empat Milyar Seratus Enam Puluh Lima Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Rupiah) tidak dapat diselesaikan oleh PT Rahmat Utama Mulia yang membiarkan galian jaringan irigasi primer sekitar 2 km tanpa pasangan blok beton.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Jaringan Irigasi DI Kodi di Kabupaten SBD tersebut dikelola Balai Sungai Nusa Tenggara II Provinsi NTT.  Kontraktor Pelaksananya adalah PT Rahmat Utama Mulia yang dipakai benderanya oleh salah satu kontraktor terbesar di Kabupaten SBD.

Proyek itu dikontrak denan nilai Rp 34.165.330.000 pada tanggal 17 Januari 2018. Nomor Kontrak proyek tersebut HK.02.03/PJPA.NT II/IRR.III/11. Waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender (sekitsr 10 bulan). Konsultan Supervisinya adalah PT Tri Exnas.

Seperti disaksikan Citra Nusa Online.Com pada Rabu (11/11/19), proyek lanjutan pembangunan jaringan irigasi DI Kodi tahun 2018 yang dibiayai Aloksi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Murni Tahun Anggaran 2018 tersebut dikerjakan pada 2 titik yang berbeda.

IMG20191111151214
Galian Irigasi Primer di Desa Hamonggo Lele yang belum dipasang blok beton.

Titik pertama, dimulai dari pintu air pembagi primer di Desa Ana Engga. Di lokasi ini, tampak galian jaringan irigasi primer dengan panjang sekitar 2 km dibiarkan begitu saja tanpa pasangan blok beton.

Lubang galian dengan lebar sekitar 2 meter dengan kedalaman sekitar 1 m tersebut membentang dari pintu air Desa Ana Egga, melalui Desa Kapaka Medeta hingga Desa Kadoki Horo, Kecamatan Bondo Kodi.  Lubang galian itu dipenuhi oleh tumbuhan semak belukar hingga ke pintu air (bangunan pembagi primer, red) di Desa Kadoki Horo.

Lubang galian itu memotong Jalan Trans Waitabula – Bondo Kodi di Desa Kadoki Horo. Karena itu telah dibangun dekker dengan lubang 2 x 2 m. Walaupun lubang galian belum dipasang blok beton, namun sekitar 200 meter dari dekker tersebut, juga telah dibangun pintu air (bangunan pembagi sekunder, red). Pekerjaan jaringan irigasi tersebut hanya sampai lokasi tersebut.

Dititik kedua, lanjutan pekerjaan proyek senilai  sekitar Rp 34 M itu dimulai dari pintu air/bangunan pembagi sekunder di Desa Kawanga Harri. Dari tempat itu, jaringangan irigasi dibuat lebih kecil, dengan ukuran 1 m x 1 m.

Seperti disaksikan Citra Nusa, sekitar 50 m dari titik lanjutan kedua tersebut dibuat dekker karena melintasi jalan desa. Jaringan ini membentang sekitar 5 km melalui Desa Onggol hingga pintu air jaringan irigasi sekunder di Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara.

Pekerjaan proyek irigasi dengan nilai sekitar Rp 34 M ini berhenti pada bangunan pembagi air terebut. Manurut masyarakat setempat, uji coba pengaliran air sekitar Bulan Mei 2019, air mengalir hingga pintu air tersebut dan dibiarkan mengalir ke kebun masyarakat di sekitarnya.

Kepala Balai Sungai NT II, Agus Sosiawan yang dikonfirmasi Citra Nusa di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan, proyek senilai Rp 34 M tersebut telah selesai dikerjakan oleh kontraktor.  Menurutnya, kelanjutan proyek DI Kodi akan dilanjutkan pada tahun 2020.

“Proyek tahun 2018 sudah selesai dikerjakan.  Tahun ini tidak dilanjutkan. Tahun depan akan dilanjutkan,” ujar Sosiawan yang didampingi oleh beberapa orang stafnya. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top