Home / Berita utama / ‘Sekdes Mnelapetu Diduga Gelapkan Sejumlah Dana Desa’
‘Sekdes Mnelapetu Diduga Gelapkan Sejumlah Dana Desa’

‘Sekdes Mnelapetu Diduga Gelapkan Sejumlah Dana Desa’

(Keterangan foto, Polri, Kemendagri dan Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kerja Sama Awasi Dana Desa)

SoE, fajartimor.com – Abimelek Tobe, Sekretaris Desa Mnelapetu, Kecamatan Neobana, Kabupaten TTS diduga kuat gelapkan sejumlah Dana Desa (Dana Rehap Kantor Desa, Pengadaan Sound Systim Desa dan Pengadaan Camera).

Arogansi Sekretaris Desa Mnelapetu, Abimelek Tobe seakan menjadi momok besar yang terus saja menggerus tata kelola keuangan di desa setempat, jelas aparatur desa kepada kontributor fajartimor belum lama ini.

“Saat pembagian uang tunjangan aparatur desa, uang uang tersebut dibuang ke tanah. Saat dia panggil nama, tidak di kasi ke orang yang bersangkutan tapi dibuang ke tanah”, kesal sejumlah aparatur desa.

Belakangan diketahui kalau kelakuan sekdes Abimelek yang tidak beretika tersebut dilakukan untuk menutupi sejumlah borok yang dilakoninya.

“Sebut saja administrasi pertanggungjawaban keuangan terkait tunjangan aparat, belanja ATK, belanja Pengadaan justru bolak balik dilakukan karena ada sejumlah kwitansi belanja yang tidak tepat sasar. Info yang kita dapat sektretaris Abimelek dipusingkan dengan rekayasa kwitansi tahun anggaran 2017”, tuding mereka.

Tragisnya lagi, pertanggungjawaban keuangan Rehap Kantor Desa senilai 2 juta lebih tidak dapat dilakukan karena uang tersebut sudah dipakai habis dan tidak diikuti dengan bukti pekerjaan fisik.

“Nanti dicek saja pak, pekerjaan fisik rehap kantor desa yang bersumber dari Dana Desa justru dikerjakan oleh pihak ketiga yang kini lagi mengerjakan pekerjaan fisik jalan dan posyandu. Alasannya agar tidak menghambat pencairan dana desa tahun anggaran 2017”, ungkap mereka.

Sementara hal lainnya yang berhasil diketahui, Dana Pengadaan Camera dan Sound Systim Desa tahun anggaran 2017 yang bersumber dari dana desa justru dimanipulasi Sekretaris Abimelek.

“Camera yang diadakan Sekdes dan Bendahara Desa berukuran kecil seharga Rp 1.250.000 sementara uang pengadaannya sejumlah dua juta lebih pak. Lainnya penggadaan sound systim yang dialokasikan senilai empat juta lebih digelapkan sekdes Abimelek. Buktinya sound system yang ada hanyalah salon salon berukuran kecil yang kalau kami taksir harganya sebesar Rp 750.000 hingga Rp 1.000.000”, beber mereka.

Harapan lainnya jika perlu Aparat Kepolisian atau Jaksa segera lakukan tindakan agar bisa terkuak semuanya, biar masyarakat tidak terus saja dibuat susah.

“Kami juga berharap, Pihak Aparat Kepolisian dan Jaksa sudah bisa masuk dan menyelidiki sejumlah kejanggalan yang kami sampaikan agar tidak menyusahkan warga dikemudian hari. Karena hingga hari ini seluruh urusan desa berpusat di Desa Mella sebab Sekdes Abimelek tidak pernah berkantor di Desa setempat”, aku mereka.

Sekdes Abimelek Tobe yang berhasil dikonfirmasi justru mengelak kalau dirinya bekerja sebatas pertanggungjawaban administrasi dan itupun atas petunjuk Kepala Desa.

“Saya hanya menerima perintah dari Kades. Di suru kerja beta kerja, kalau tidak ya tidak juga karena yang urus uang dan belanja tu Kades dan Bendahara. Beta hanya tau kerja administrasi”, ingkar Abimelek via sms.

Sementra Kades dan Bendahara hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Informasi fajartimor, Abimelek Tobe Sekretaris Desa Mnelapetu tersebut diduga berkelakuan minor dan sering berlaku onar demi mendapatkan sejumlah keuntungan untuk memenuhi tanggungjawabnya atas anak hasil hubungan gelapnya dengan seorang gadis dibawa umur. (ft/gb)

About Bony Lerek

Scroll To Top