Home / Berita utama / ‘Sekretaris PAN TTS Diduga Palsukan Tandatangan Ketua’
‘Sekretaris PAN TTS Diduga Palsukan Tandatangan Ketua’

‘Sekretaris PAN TTS Diduga Palsukan Tandatangan Ketua’

SoE, fajartimor.com – MB Sekretaris Partai Amanat Nasional TTS yang juga salah satu anggota DPRD diduga kuat palsukan tandatangan ketua DPD Hengky Le’u, terkait surat permohonan keluarnya PAN dari Fraksi Golkar dan surat Permohonan bergabung ke Fraksi Nasdem di Parlamen setempat.

Informasi soal surat prinsip partai yang akan dibacakan di sidang Paripurna dewan baru diketahui setelah adanya informasi berupa pesan singkat melalui telepon selular dari Yonathan Fallo salah seorang anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional, jelas Ketua DPD PAN TTS kepada fajartimor dikediamannya belum lama ini.

“Setelah mendapatkan pesan singkat tersebut dan karena ini berhubungan dengan wibawa partai, maka saya minta secara tegas agar surat prinsip itu tidak dibacakan di sidang Paripurna”, jelas Hengky.

Surat Pengunduran Diri Keanggotaan PAN dari Fraksi Partai Golkar yang tidak berstempel partai, ada tandatangan ketua DPD PAN TTS yang kuat dugaan dipalsukan (foto/dok.Dion)

Surat Pengunduran Diri Keanggotaan PAN dari Fraksi Partai Golkar yang tidak berstempel partai, ada tandatangan ketua DPD PAN TTS, Hengky Leu, yang kuat dugaan dipalsukan (foto/dok.Dion)

Partai Amanat Nasional katanya punya sejumlah aturan main. Perutusan partai di Parlamen tidak diberi kapasitas lebih melakukan tindakan untuk dan atas nama partai apalagi secara berani melakukan tindakan diluar kewenangan organisasi.

“Yang sudah dilakukan sekretaris PAN itu tindakan inkonstitusional, keluar dari batasan partai. Jauh dari semangat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Bicara tentang spirit partai, semangat juang partai yang juga menjadi platform partai yag bersangkutan mungkin belum paham atau sengaja tidak mau paham”, singgung Hengky.

Terkait pemalsuan tandatangan ketua DPD PAN TTS atas dua surat prinsip tersebut ucapnya partai tentu akan segera melakukan langkah langkah konkrit.

“Dalam waktu dekat akan ada rapat ad hoc (khusus) guna mensikapi persoalan prinsip tersebut. Seluruh jajaran kepengurusan partai tentu wajib hadir untuk dimintai masukan prinsipnya. Rekomendasinya seperti apa ya pasti ade ade wartawan akan tahu. Sementara soal pemalsuan tandatangan saya sebagai ketua DPD PAN TTS tentu akan ada langkah konkrit termasuk langkah hukum”, terang Hengky.

Sementara ditempat terpisah MB Sekretaris PAN TTS yang juga anggota DPRD setempat kepada fajartimor mengatakan bahwa Surat bernomor 16.04/PAN/026/2017 adalah surat penarikan dua kursi Partai Amanat Nasional TTS dari Fraksi Golkar  dan surat bernomor: 16.04/PAN/025/2017 adalah surat permohonan bergabung ke Fraksi Nasdem.

“Sebenarnya pada paripurna 15 juli kemarin dua kursi PAN di Parlamen TTS sudah harus sah bergabung dengan Fraksi Nasdem namun karena ada kesalahan teknis maka kemudian batal dan tidak jadi dibacakan di Sidang Paripurna”, jelas MB.

MB juga mengaku kalau dirinya sudah mengakui kelalaiannya di hadapan Ketua DPD PAN TTS.

“Saya tidak tahu kalau ada yang sudah palsukan tandatangan ketua DPD PAN TTS terkait dua surat Prinsip Tersebut. Namun saya juga siap menerima konsekuensi atas kelalaian ini dihadapan rapat AdHoc partai”, aku MB.

Diketahui Surat Permohonan Penguduran Diri dari Fraksi Partai Golkar nomor : 16.04/PAN/026/2017 bertulis tangan ditandatangan oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ketua, Hengky Leu, Sekkretaris, Magdalena Mbau, tidak berstempel partai. Sementara Surat Permohonan Bergabung ke Fraksi Partai Nasdem nomor : 16.04/PAN/025/2017, bertulis tangan, ditandatangan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ketua, Hengky Leu, Sekretaris, Magdalena Mbau  berstempel partai. (ft/dion)

About Bony Lerek

Scroll To Top